Sulit Kucurkan Dana untuk Trash Trap Labuhan Haji, DLH Lotim Hanya Bisa Bantu Angkut Sampah

19
Kepala DLH Lotim, dr. M Hasby Santoso (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Jebakan sampah (trash trap) yang berhasil diciptakan sekelompok pemuda di Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim) membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk pngembangannya. Pasalnya, teknologi sederhana tersebut membantu meminimalisir sampah yang menuju ke Pantai Labuhan Haji.

Sayangnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lotim yang bertugas menangani masalah sampah mengaku belum mampu berbuat banyak dalam mendukung pengembangan teknologi tersebut. Pasalnya, OPD lingkup Pemkab Lotim itu hanya mampu mendukung pada pengangkutan sampah yang terjaring pada trash trap satu kali seminggu.

Kepala DLH Lotim, Hasby Santoso mengungkapkan bahwa trash trap yang ada di sungai Desa Labuhan Haji tersebut merupakan yang pertama di Provinsi NTB. Hanya saja pihaknya mengalami kesulitan untuk mendukung pendanaan guna menambah ataupun mengembangkan trash trap tersebut.

“Hanya saja dana pelaksanaannya kita agak kesulitan untuk tindak lanjut trash trap yang dipasang oleh para pemuda,” ucapnya saat ditemui awak media di Kantor Bupati Lotim, Kamis (04/08).

Selain kesulitan anggaran, Hasby juga mengatakan kesulitan lainnya yakni masalah sampah yang terjaring pada trash trap dikarenakan tidak adanya akses masuk menggunakan mobil pengangkut sampah ke lokasinya.

“Untuk sekarang ini, kita hanya mampu bekerjasama dengan kelompok pemuda di Labuhan Haji untuk pengangkutan sampah setiap hari Jumat,” tuturnya.

Pihak DLH mengklaim telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Lotim untuk pengadaan trash trap tambahan pada sungai yang bermuara ke Pantai Purwakarya. Hanya saja yang akan dipasang oleh PUPR dikatakan lebih permanen dibanding dengan yang ada di Labuhan Haji.

“Kalau yang ada di Labuhan Haji itu menghabiskan anggaran senilai Rp50 juta, jadi yang akan dipasang oleh PUPR itu nantinya lebih paten dengan anggaran Rp150 juta,” katanya.

Selain itu, DLH juga mengaku telah berkoordinasi dengan salah satu anggota DPRD untuk meminta dana pokir digunakan untuk mendukung kegiatan yang ada di Labuhan Haji, baik itu diberikan kendaraan roda tiga maupun kereta roda satu.

Hasby juga berharap pemuda Labuhan Haji dapat menciptakan adanya Bank Sampah agar dapat memilah sampah yang terjaring pada trash trap dan mampu menghasilkan rupiah, serta dapat membuka lowongan pekerjaan bagi pemuda maupun masyarakat setempat. (den)