25.5 C
Mataram
Selasa, 27 Februari 2024
BerandaBerita UtamaTerciduk Bermain Playstation Saat Jam Belajar, Puluhan Siswa di Loteng Digelandang Satpol...

Terciduk Bermain Playstation Saat Jam Belajar, Puluhan Siswa di Loteng Digelandang Satpol PP

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Puluhan pelajar dari sejumlah sekolah dari tingkat SMP dan SMA terjaring razia satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Tengah (Loteng). Mereka terjaring razia di tempat sewa Playstation lantaran kedapatan berada di sana saat jam belajar.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan dan Perundangan Satpol PP Loteng, Kaharudin mengatakan saat dirazia puluhan pelajar tersebut ditemukan sedang asyik bermain Playstation dengan menggunakan seragam sekolah, sehingga pihaknya mengamankan para pelajar ke kantor. “Kita amankan sebanyak 20 orang dari beberapa SMA dan SMP. Kita berikan pengarahan dan pemahaman kepada anak-anak kita ini,” ujarnya, Rabu (22/11/2023).

Dijelaskan, untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya juga meminta kepada pemilik lokasi permainan untuk tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk bermain pada waktu jam belajar sekolah. “Iya kita minta pemilik tempat rental Playstation supaya ikut bertanggung jawab, kalau bisa saat waktu jam sekolah menyaring siapa yang layak bermain,” ujarnya.

Selain itu, pihak Satpol PP juga telah melakukan komunikasi kepada pihak sekolah yang siswanya terjaring razia. “Setiap hari kita lakukan patroli, kadang kita main kucing-kucingan sama siswa. Jadi siswa ini kita langsung serahkan ke pihak sekolah,” tandasnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik (KPD) UPT Disdikbud Cabang Loteng, M. Najihan Zulfan mengatakan pihaknya melakukan berkoordinasi dengan kepala sekolah atau guru bimbingan konseling di masing-masing sekolah.

Dikatakan, melalui program penegakan disiplin positif yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, menekankan tidak boleh memarahi siswa dan lebih melakukan pendekatan yang lebih halus. “Setiap SMA dan SMK berusaha menertibkan tapi kebanyakan tidak ke sekolah, makanya saya dan bapak kepala dinas mengucapkan terima kasih,” ujarnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer