Tiga Pelaku Masih di Bawah Umur, Kasus Percobaan Pencurian di Mataram Diselesaikan dengan Restorative Justice

117
Barang bukti kasus percobaan pencurian konter HP di Mataram (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Percobaan pencurian di sebuah konter HP di Jalan TGH. Faisal, Turida, Kota Mataram yang dilakukan tiga orang umur diselesaikan dengan Restorative Justice (RJ). Pasalnya, para pelaku diketahui masih di bawah umur.

Kapolsek Sandubaya, Kompol Moh Nasrullah menerangkan kasus tersebut terjadi pada 13 Mei lalu. Setelah menerima laporan terkait percobaan pencurian, pihaknya pun mengamankan ketiga pelaku yang sebelumnya dipergoki warga saat sedang beraksi.

Menurutnya, RJ merupakan langkah terbaik yang ditempuh untuk kasus tersebut. Mengingat ketiga pelaku percobaan pencurian masing-masing inisial AW, BS dan SR masih berstatus pelajar di bawah umur.

“Sehingga kami sarankan melakukan mediasi antara pemilik konter dengan pelaku, serta orang tua pelaku,” jelasnya, Sabtu (21/05). Saat diidentifikasi, ketiganya diketahui merupakan warga Labuapi, Lombok Barat.

Saat diamankan, ketiganya mengakui hendak melakukan pencurian di konter tersebut. Namun belum sempat mengambil barang apapun, mereka lebih dulu dipergoki warga yang langsung berkoordinasi dengan polisi, sehingga ketiganya langsung diamankan.

“Sesuai keterangan pemilik konter bahwa belum ada HP yang hilang. Hanya saja etalase terlihat bekas dicoba buka dengan menggunakan alat,” jelas Nasrullah. Saat ketiga pelaku ditangkap, ditemukan alat-alat yang dipakai untuk membongkar konter tersebut. Antara lain obeng dan kunci pas.

“Sehingga saat itu pelaku langsung kami amankan beserta barang bukti peralatan untuk mencuri,” lanjutnya.

Setelah dilakukan mediasi antara pihak terkait, upaya RJ pun ditandai dengan penandatanganan surat perdamaian antara kedua belah pihak. “Dengan demikian kami telah membebaskan ketiga pemuda tersebut, lantaran kasus tersebut telah selesai dengan damai. Namun demikian kepada orang tua ketiga pemuda tersebut diharapkan untuk selalu (anak mereka) dalam pengawasan serta bimbingannya,” tandas Nasrullah. (r)