Waisak di Mareje Berjalan Khidmat

92
Perayaan hari raya Waisak di Mareje, Lembar. Senin (16/05/2022). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Hari raya Waisak di Desa Mareje, Lembar dipenuhi suasana khidmat. Rangkaian ibadah tetap mendapat pengamanan dari aparat TNI-Polri, bahkan Forkopimda Lombok Barat turun langsung melakukan peninjauan guna memastikan kegiatan ibadah berjalan aman dan lancar.

“Hari ini (Senin) saya dengan Forkopimda, ada Pak Dandim juga, mengecek langsung pelaksanaan dan pengamanan ibadah hari raya Waisak di lima Vihara, di Desa Mareje ini khususnya,” ungkap Kapolres Lobar, AKBP Wirasto Adi Nugroho, Senin (16/05/2022)

Ia menjelaskan, sepanjang rangkaian ibadah di sana berlangsung aman dan lancar. Hingga akhir perayaan Waisak, personel tetap disiagakan. Jumlah personel juga ditambah untuk membantu pengamanan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melaksanakan Waisak.

“Berjalan dengan baik dan lancar, kami dari aparat keamanan menyiapkan personel untuk pengamanan, di samping pengamanan yang sudah ada,” bebernya.

Sehingga jumlah total personel yang turut mengamankan, kurang lebih sekitar 300 orang yang terbagi untuk pelaksanaan pam ibadah. Di samping patroli dan kegiatan sambang rutin, serta giat preventif lainnya.

“Kemudian ada juga yang tugasnya untuk melaksanakan patroli dialogis dan juga penjagaan serta pengawalan selama kegiatan (hari raya Waisak),” imbuhnya.

Wirasto juga menuturkan, saat ini proses perbaikan rumah yang terdampak kericuhan akibat kesalahpahaman yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Kini sudah dimulai dilaksanakan. Proses perbaikan diharpkan berjalan lancar dengan kerja sama berbagai pihak.

“Sekarang sudah mulai berjalan proses rehab atau perbaikan rumah yang terdampak, maupun proses rekonsiliasi dua pihak melalui makan bersama atau roah,” bebernya.

Kegiatan “Roah Bersama” akan diadakan pada Rabu (18/05) besok di Desa Mareje. Untuk mempererat dan menghangatkan kembali ikatan dua masyarakat yg sebelumnya sempat terlibat kesalahpahaman.

“Ke depan di antara mereka harapannya tidak ada rasa dendam, bisa kembali ke sini (rumah) yang memang membutuhkan waktu. Tapi sedang kita kerjakan dan sedang berjalan prosesnya,” lugas Wirasto.

Terlebih, kata dia masyarakat yang ada di Mareje sebelumnya tidak pernah ada permasalahan. Karena mereka merupakan saudara serumpun yang selalu hidup rukun berdampingan.

“Makanya dari awal kan kita sampaikan, ini hanya kesalahpahaman saja,” tandasnya. (yud)