Dukung Seniman Lokal Tetap Berkarya, IHGMA Dorong Royalti Musik Tradisional dari Hotel

142
Ketua dan pengurus IHGM NTB, saat acara pelantikan ketua IHGMA NTB, Lalu Kusnawan, di hotel Merumatta, Senggigi. Sabtu (14/05/2022). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB mencanangkan berbagai program untuk kemajuan industri perhotelan. Rencana kerja sama menggandeng seniman lokal pun tengah digodok untuk mendorong hal tersebut.

Ketua IHGMA, Lalu Kusnawan menyebut dalam waktu dua minggu seluruh koordinator bidang yang ada di bawah organisasi tersebut akan diminta mengumpulkan berbagai rencana program mereka ke depan.

“So far, untuk yang paling dekat (program yang akan dilaksanakan), masalah musik pengiring di restoran yang saat ini seharusnya kan sudah dapat royalti itu. Dan itu musik nasional,” ujarnya seusai pelantikan dirinya sebagai Ketua IHGMA yang baru di hotel Merumatta Senggigi, Sabtu (14/05/2022) malam.

Ke depan pihaknya berencana bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk merekam musik tradisional seperti gamelan dan lain-lain. Musik tradisional itu kemudian akan diputar sebagai musik pengiring menemani sarapan, makan siang, maupun makan malam para wisatawan yang menginap. Sekaligus sebagai ajang untuk mempromosikan musik tradisional.

“Kita berencana ajak bekerja sama untuk merekam gamelan (musik tradisional), jadi nanti musiknya itu kita yang menentukan mana untuk breakfast, lunch dan dinner,” terangnya.

Nantinya, pembayaran royalti dari musik tersebut akan dikembalikan kepada seniman yang terkait. Hal ini diharapkan dapat membantu seniman lokal untuk terus berkarya, walau di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Insyaallah semua akan kita rangkul, salah satunya kan banyak banget yang bisa kita lakukan tanpa kita harus berbicara anggaran,” lugasnya.

Melalui program itu, pihaknya akan memberikan percontohan kepada para seniman lokal. Di mana dari hasil karya itu nanti yang akan dibeli oleh para anggota IHGMA sendiri. “Itu salah satu yang bisa kita kerjakan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Di samping pihaknya juga berencana untuk bekerja sama dengan lembaga pendidikan, untuk sertifikasi. Serta, program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di Lombok Utara. Mengingat sudah kembali menggeliatnya pariwisata di tiga gili, namun justru SDM nya dinilai masih kurang. (yud)