Waspada! Zona Selatan Loteng Rawan Banjir dan Zona Utara Rawan Longsor

36
Banjir yang terjadi di desa Kuta kecamatan Pujut beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/dok)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memetakan wilayah yang tergolong rawan tanah longsor dan banjir di musim hujan tahun ini.

“Dibagi dua, zonanya zona selatan sama zona utara. Artinya wilayah selatan rawan banjir dan wilayah utara rawan longsor,”kata PLT Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, H. Ridwan Makruf, Rabu (3/3/2021) di Praya.

Dikatakan, wilayah utara rawan longsor akibat dari ilegal logging atau perambahan hutan yang semakin banyak terjadi.

“Karena banyaknya penebangan liar ini mengakibatkan longsor,”ujarnya.

Dari pengamatan BPBD, dari beberapa desa di bagian utara yang kerap terjadi longsor, rata-rata berada di daerah yang lahan hutannya gundul dan telah beralih fungsi.

Persoalan ini, lanjutnya harus ditangani dengan serius. Karena curah hujan saat ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga bencana alam lebih rentan terjadi.

Sesuai pemetaan, pada Februari hingga awal Maret merupakan puncak musim hujan disertai angin kencang. Curah hujan diprediksi akan tinggi sedangkan cuaca cenderung ekstrem.

Sementara untuk wilayah bagian selatan, lanjut Ridwan, yang rawan mengalami banjir adalah kecamatan Pujut.

Hal itu juga diduga merupakan akibat dari aktivitas galian C serta tidak ada drainase. Di beberapa homestay yang dibangun di wilayah Kuta, misalnya, di sana tidak ada pembangunan drainase.

“Makanya terjadi banjir seperti beberapa waktu lalu itu. Kita sudah minta mereka pihak pengelola untuk membuat drainase biar tidak terjadi banjir,”katanya.

Persoalan yang sama juga terjadi di dalam Kota Praya. Curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu membuat sejumlah kelurahan di Kota Praya terendam banjir.

Penyebabnya adalah drainase yang buruk. Sehingga BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk mengatasi persoalan ini.

“Itu adalah urusan dinas teknis. Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas PU dan Perkim agar masalah drainase ini diselesaikan,”imbuhnya.

BPBD juga meminta masyarakat utamanya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras disertai angin kencang berlangsung.

Dengan peningkatan kewaspadaan, diharapkan warga di daerah rawan dapat lebih siaga dalam menangani bencana di wilayahnya.