26.5 C
Mataram
Minggu, 26 Mei 2024
BerandaEkonomiPembelian Gabah Petani Mulai Gunakan Harga Baru

Pembelian Gabah Petani Mulai Gunakan Harga Baru

Mataram (Inside Lombok) – Perum Bulog Wilayah NTB mulai membeli gabah petani dengan harga baru. Hal ini mengikuti hasil putusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 167 Tahun 2024 tentang Fleksibilitas Harga Pembelian Gabah dan Beras Dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah yang sudah ditetapkan 3 April 2024.

Saat ini, Gabah Kering Panen (GKP) di petani dari harga Rp5 ribu per kilogram (kg), naik menjadi Rp6 ribu per kg. Gabah Kering Giling (GKG) di Gudang Bulog Rp6.3 ribu per kg, naik menjadi Rp7.4 ribu per kg, dan beras di Gudang Bulog dari Rp9.950 per kg, naik menjadi Rp11 ribu per kg.

“Sudah langsung kita eksekusi, setelah ditetapkan putusan tersebut,” ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Raden Guna Dharma, Senin (8/4). Dikatakan, meskipun pemerintah menaikkan standar harga pembelian gabah dan beras, tidak mengurangi komitmen untuk menyerap gabah dan beras sebesar-besarnya di NTB.

Target tahun ini saja sebanyak 70 ribu ton dengan harapan bisa menyerap lebih besar dari target tersebut. “Tidak ada masalah, soal kenaikan harga pembelian, yang penting ada dukungan dari pemerintah daerah, jangan hanya Bulog diminta pertanggungjawaban menyerap (gabah dan beras). Kita sama sama melaksanakan komitmen,” imbuhnya.

- Advertisement -

Ditambahkan dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah terkait untuk bersama-sama mendukung penyerapan cadangan pangan pemerintah secara massif. Maka target tersebut bisa saja terpenuhi bahkan lebih.

“Jadi pemerintah diharapkan dapat melaksanakan secara optimal Peraturan Gubernur nomor 38 tahun 2023 tentang pengendalian dan pengawasan distribusi gabah yang ditetapkan pada 16 Mei 2023. Tentang pengendalian gabah ke luar daerah, hingga terpenuhi stok ideal di dalam daerah,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Abdul Azis mengatakan kenaikan standar pembelian harga beras/gabah petani ini tentunya akan berdampak kepada kenaikan harga beras di pasaran. Sehingga bisa saja berdampak pada lonjakan inflasi karena harga beras yang tinggi. Tapi dalam ini pemerintah tentu sudah sangat matang mempertimbangkan kenaikan harga pembelian beras.

“Karena materialnya memang mahal. Kalaupun inflasi kenapa takut, sepanjang inflasinya dalam batas yang dianggap aman,” ujarnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer