25.5 C
Mataram
Sabtu, 13 April 2024
BerandaEkonomiPotensi Ekspor Vanili Organik Besar, Dongkrak Valas Masuk NTB

Potensi Ekspor Vanili Organik Besar, Dongkrak Valas Masuk NTB

Mataram (Inside Lombok) – Bank Indonesia Perwakilan NTB mendorong produksi vanili organik di NTB agar terus bergerak. Pasalnya, potensi ekspor komoditas tersebut cukup bagus untuk pasar global. Seperti di Amerika Serikat, permintaan pembeli seperti tidak terbatas untuk vanili organik.

Kepala BI NTB, Berry Arifsyah Harahap menerangkan ekspor vanili organik ke negara permintaan turut membantu valuta asing (valas) masuk, hingga mendorong stabilitas nilai tukar di NTB. Harga vanili yang cukup bagus di pasar ekspor juga membantu menggerakkan ekonomi di daerah.

“Kalau di Lombok ini kita bekerja sama dengan kelompok tani (vanili), supaya bisa menembus pasar ekspor dengan nilai tukar tambah yang tinggi. Memang ini belum di hilirisasi. Namun sudah cukup tinggi sekali harga per kilonya, ini bisa Rp500 ribu,” ujar Berry, Senin (19/2).

Menurutnya, budidaya vanili organik bukan bicara soal luas lahan, tetapi jumlah batang. Apalagi dengan membudidayakan vanili di green house, tidak membutuhkan lahan luas. Kemudian nilai ekonomis vanili saat ini Rp350 ribu per kilogram (kg) untuk vanili basah dan Rp8 juta per kg untuk vanili kering.

- Advertisement -

Disimulasikan, jika panen bisa dilakukan sampai sekitar sembilan bulan untuk 1.000 batang yang dimiliki petani, dengan hasil produksi satu batang sekitar 1 kg vanili basah, maka potensi penghasilannya mencapai Rp350 juta di satu musim sesuai nila tukar Dolar Amerika saat ini. “Vanili ini bisa dibilang biaya produksinya sangat rendah. Tidak sampai Rp 30 juta. vanili ini kalau dilepas saja dia akan tumbuh sendiri, apalagi diurus telaten. Jauh pendapatannya ketimbang menanam cabai, bawang, dan lainnya,” terangnya.

Vanili sudah dikembangkan sejak lama di kawasan pegunungan Rinjani, Lombok. Demikian juga di kawasan pegunungan Tambora, Dompu Pulau Sumbawa. Para petani dari kelompok petani vanili Gerok Sokong (Saling Bahu Membahu) semakin bersemangat mengembangkan budidaya vanili karena menjanjikannya harga jual di pasar global. Vanili di wilayah ini sudah berpuluh-puluh tahun membudidayakan vanili. Namun belakangan, sistem penanaman vanili dilakukan dengan teknologi di dalam greenhouse, karena permintaan pasar luar negeri unlimited adalah vanili organik.

“Sekarang ini produksinya masih gelondongan. Tapi kami BI akan mendampingi di dalam daerah. Jadi dilakukan pengolahan, sehingga dikirim keluar negeri bisa vanili dalam bentuk bubuk,” imbuhnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer