131 Ogoh-ogoh Sambut Hari Raya Nyepi 2019 di Mataram

Suasana pawai ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi tahun baru caka 1941/2019 masehi di Mataram, Rabu (06/03/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 131 ogoh-ogoh dari masing-masing Banjar yang ada di Mataram berbaris di sepanjang Jalan Pejanggik, Mataram, Rabu (06/03/2019), merayakan datangnya Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941/2019 Masehi yang jatuh pada 7 Maret besok.

Para peserta telah bersiap-siap sejak pagi dari Banjar masing-masing, dan mulai memadati lokasi pawai di sepanjang Jalan Pejanggik menuju Taman Mayura, Mataram, untuk melaksanakan upacara Mecaru, dimana para peserta akan mempersembahkan aneka sesajian kepada Bhuta Kala.

Koordinator Pawai Ogoh-ogoh Banjar Karang Sibetan, Gede Made Dwi Atmika, yang turut mengikuti pawai tersebut menyampaikan arti pawai ogoh-ogoh baginya. Menurut Dwi, ogoh-ogoh adalah perayaan atas kemenangan karma.

“Karena itu ada ogoh-ogoh yang melambangkan kebaikan dan ada ogoh-ogoh yang melambangkan keburukan,” ujar Dwi kepada Inside Lombok, Rabu (06/03/2019) di lokasi pawai.

Namun, Dwi menganggap pawai ogoh-ogoh tahun ini tidak seramai tahun lalu. Hal tersebut membuat pawai ogoh-ogoh tahun ini dirasanya tidak begitu meriah.

“Tahun ini sedikit ogoh-ogoh yang ikut. Tahun kemarin lebih 200, sekarang kurang. Mungkin karena pemilu,” ujar Dwi.

Senada dengan itu Koordinator pawai ogoh-ogoh Banjar Karang Baru Utara, Jarwok, menerangkan bahwa pawai ogoh-ogoh adalah upacara yang sakral baginya. Selain itu, pawai ogoh-ogoh juga mempererat hubungan antar pemuda di lingkungannya sembari mengasah kreativitas.

“Ini menambah kreativitas karena dikerjakan ramai-ramai, muda-mudi semua. Kita kerjakan (pembuatan ogoh-ogoh, red.) dari awal Februari,” ujar Jarwok kepada Inside Lombok di lokasi acara.

“Tahun ini memang lebih sedikit (jumlah ogoh-ogoh, red.). Mungkin karena pemilu. Soalnya di lingkungan ngurus itu juga,” ujar Jarwok.

131 ogoh-ogoh yang mengekuti pawai tersebut sendiri berasal dari wilayah Cakranegara sebanyak 106 ogoh-ogoh, Gunung Sari 6, dan Narmada 19.

Selepas pawai, beberapa peserta pawai akan mengikuti seremoni perang api di Taman Mayura, Mataram. Untuk mengamankan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tersebut, Polres Mataram bekerjasama dengan Polda NTB mengerahkan sekitar 700 personel yang diturunkan ke lokasi kegiatan.

Sebelumnya Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, saat dimintai keterangannya pada Selasa (05/03/2019), menyampaikan bahwa pihaknya siap mengamankan rangkaian acara Hari Raya Nyepi 2019 semaksimal mungkin agar umat hindu di Mataram bisa menjalankan ibadahnya dengan maksimal pula.