Ribuan Kamar Hotel di Senggigi Penuh Selama WSBK

125
Salah satu hotel di kawasan Senggigi. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) –

Penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) di Mandalika turut berimbas pada penuhnya kamar hotel di kawasan wisata Senggigi. Sekitar 2000 kamar, baik dari hotel berbintang hingga hotel non-bintang yang tergabung dalam Senggigi Hotel Association (SHA) tercatat full book.

“Selama periode WSBK ini kamar di Senggigi full, dan rata-rata tamu menginap tiga hari dua malam. Jadi banyak yang check outnya tanggal 21 nanti,” tutur ketua SHA, Ketut M Jaya Kusuma saat dikonfirmasi, Jumat (19/11/2021).

Jumlah tersebut juga berasal dari beberapa tamu yang memilih memperpanjang waktu menginap hingga beberapa hari setelah WSBK selesai. Keterisian kamar hotel pun didominasi oleh wisatawan domestik dari luar daerah.

“Kalau wisatawan mancanegara memang kebanyakan di Mandalika,” jelas Ketut.

Pengalaman berbenah dan bersiap hotel dan restoran Senggigi selama WSBK ini menurutnya harus dijadikan bekal untuk bisa lebih maksimal. Supaya dapat lebih matang dalam menyambut gelaran MotoGP yang rencananya akan diselenggarakan di Mandalika pada Maret 2022 mendatang.

“Setelah WSBK ini hotel-hotel harus lebih lagi mempersiapkan diri untuk gelaran MotoGP tahun depan,” ujar Ketut.

Terpisah, General Manager (GM) Aruna Senggigi, Weni Kristanti mengaku bahwa 128 kamar di resort tersebut telah full booking hingga 21 November mendatang.

“Sebanyak 128 kamar di Aruna full dari tanggal 19-21 November,” bebernya. Bahkan, dirinya mengakui peningkatan kedatangan tamu sudah dirasakan sejak beberapa hari lalu.

Dalam menyambut peluang ini, lanjut Weni, ada beberapa hotel yang sudah mulai menerapkan harga normal. Tetapi masih ada juga hotel yang memang memberikan promo untuk harga kamar.

“Kalau di Aruna kita memberikan harga kamar plus surcharge,” jelasnya.

Selaku bagian dari pelaku pariwisata Lobar, pihaknya berharap agar hal ini dapat terus dipertahankan. Tentu dengan sama-sama saling mendukung juga dengan masyarakat setempat. Karena ketika tamu sudah mulai berdatangan, dampak terhadap perekonomian pun akan turut dirasakan masyarakat. (yud)