31.5 C
Mataram
Senin, 4 Maret 2024
BerandaHukumPenyebar Video Viral Persekusi di Lotim Ternyata Ada di Luar Negeri

Penyebar Video Viral Persekusi di Lotim Ternyata Ada di Luar Negeri

Lombok Timur (Inside Lombok) – Penyebaran video dugaan persekusi oleh sekelompok orang terhadap sepasang kekasih yang dianggap melakukan aktivitas di areal Bendungan Pandan Dure, Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim) ternyata berbuntut panjang. Saat ini kasus penyebaran video itu tengah ditangani pihak kepolisian atas pelanggaran Undang-Undang ITE.

Video yang diunggah oleh salah satu akun di media sosial Facebook itu memperlihatkan sepasang kekasih dipersekusi dalam keadaan setengah telanjang lantaran diduga melakukan tindakan mesum. Kendati, aksi persekusi itu justru banyak dikritik, lantaran dalam video sekelompok pemuda yang melakukan persekusi justru dinilai mencemooh dan mempermalukan korban dengan cara tidak semestinya, tanpa melihat aspek-aspek penting seperti kenyataan bahwa korban presekusi masih di bawah umur.

Kasatreskrim Polres Lotim, AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penyidikan atas kasus tersebut dengan memeriksa 11 saksi, baik dari oknum yang ada di dalam video viral, orang tua korban, dan koordinasi dengan ahli dari Kominfo. “Kita saat ini masih dalami kasusnya,” terangnya, Jumat (24/11/2023).

Untuk penyebar video melalui akun Facebook yang membuat viral sehingga menyebabkan adanya pro dan kontra tak dapat dimintai keterangan, sebab yang memiliki akun tersebut tidak berada di Lotim, melainkan sedang berada di luar negeri, tepatnya di Arab Saudi. “Kalau untuk pemilik akun yang menyebar video itu saat ini sedang berada di luar negeri,” katanya.

- Advertisement -

Namun pihak Polres Lotim bekerjasama dengan Cyber Polda NTB untuk menghapus video tersebut dari media sosial, serta bekerja sama juga dengan Kominfo. Sementara untuk pendalaman kasus tersebut, pihak Polres Lotim telah mengamankan barang bukti berupa video, email, handphone, dan akun media sosial. “Kita amankan email dan akun untuk mengetahui jalur penyebaran video itu,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer