Ratusan Warga Lobar Terserang DBD, Antisipasi Lonjakan Kasus di Musim Hujan

Ilustrasi DBD, nyamuk aedes aegypti

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sejak awal Januari hingga November 2021 ini, sekitar 155 warga Lobar tercatat terserang demam berdarah dengue (DBD). Jumlah tersebut adalah mereka yang menjalani rawat intensif di rumah sakit.

“Rata-rata pasien DBD yang dirawat ini adalah orang dewasa,” ujar Kabid Pelayanan RSUD Tripat, Drg. Murwani Setianingsih saat ditemui di kantornya, Selasa (30/11/2021). Kendati jumlah pasien mencapai ratusan, pihaknya bersyukur hingga akhir November ini di Lobar tidak ditemukan kasus pasien DBD yang meninggal.

Secara umum, jumlah pasien DBD di Lobar tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2020 lalu. Mengingat tahun lalu untuk periode yang sama tercatat sekitar 570 warga yang terserang DBD. Sedangkan pada tahun ini hanya tercatat 155 orang pasien.

“Ada penurunan kasus ya, kalau tahun lalu kasus DBD di Lombok Barat cukup tinggi. Tetapi tahun 2021 ini, kasus DBD tertinggi ada pada bulan Januari. Itu kurang lebih tercatat 43 pasien DBD,” bebernya. Diterangkan, dengan masuknya musim hujan, kebiasan-kebiasaan yang bisa meningkatkan sarang nyamuk harus diantisipasi untuk mencegah lonjakan kasus.

Untuk bulan November ini saja, kata dia, tercatat kurang lebih ada delapan pasien yang sempat dirawat. Sebagian besar berasal dari Kecamatan Kediri dan Gerung. Namun, diakuinya saat ini yang masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit hanya tersisa satu pasien.

Pihaknya berharap masyarakat dapat menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Termasuk menerapkan 3M (menguras, menutup dan mengubur yang berpotensi menjadi sarang nyamuk) dalam kehidupan sehari-hari, demi mencegah timbulnya jentik nyamuk yang berpotensi menyebabkan demam berdarah.

“Karena sudah mulai musim hujan, kita tidak bisa memprediksi. Jadi kita berharap agar jangan terjadi lonjakan kasus,” pungkasnya. (yud)