RSUD Mataram Mulai Buka Pelayanan Kesehatan Reguler

Salah satu sudut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, (Foto:Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala.dok)

Mataram (Inside Lombok) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sudah mulai membuka pelayanan kesehatan reguler secara penuh, setelah selama ini pelayanan reguler dibatasi karena pihak rumah sakit fokus menangani pasien Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Pelayanan reguler mulai kita buka pada Selasa (26/5-2020). Pasien reguler tidak usah khawatir terpapar karena setiap yang datang kita lakukan pemeriksaan ketat sesuai standar protokol COVID-19,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSUD) Kota Mataram dr HL Heman Mahaputra di Mataram, Rabu.

Selain itu, lanjut dr Jack begitu Dirut RSUD Kota Mataram ini akrab disapa, tenaga-tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 sudah diistirahatkan dan pihaknya telah merekrut tenaga-tenaga medis baru.

Tenaga-tenaga medis baru itu, katanya, dikhususkan untuk menangani pasien COVID-19, di ruang isolasi sedangkan tenaga lama dialihkan ke pelayanan pasien reguler termasuk tenaga kesehatan yang sudah habis masa karantina.

“Pembukaan pelayanan kesehatan reguler ini sekaligus untuk lebih memperhatikan penyakit-penyakit lain mulai banyak salah satunya DBD,” katanya.

Oleh karena itu, selain menyiapkan petugas medis khusus, RSUD Kota Mataram juga sudah melakukan perluasan ruang isolasi pasien COVID-19 ke utara UGD, sementara untuk pasien reguler ke gedung selatan.

“Setelah membuka pelayanan reguler selama dua hari ini, kami belum melihat data peningkatan jumlah pasien. Nanti kita evaluasi, harapannya jumlah kunjungan bisa kembali normal,” ujarnya.

Menurutnya, sejak RSUD Kota Mataram membatasi pelayanan pasien reguler, pendapatan RSUD Kota Mataram menurun 20 hingga 25 persen. Dimana biasanya RSUD Mataram melakukan klaim ke BPJS Kesehatan mencapai Rp11 miliar hingga Rp12 miliar per bulan.

“Kini menurun 20-25 seiring dengan kebijakan pengobatan pasien reguler. Untuk itu, setelah Lebaran pelayanan pasien reguler kembali kita buka agar ekonomi juga bisa berjalan. Jadi jangan hanya fokus ke COVID-19 saja,” katanya. (Ant)