Tahun 2021, Ada Layanan Operasi Hidrosefalus di RSUD Soedjono Selong

Direktur RSUD R Soedjono Selong, dr Tantowy Jauhari saat ditemui di ruangannya, di Selong, Rabu (05/12/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Soedjono Selong siapkan program sosial pada tahun 2021 mendatang. Berupa operasi bedah syaraf bagi warga tidak mampu yang menderita hidrosefalus di Lotim.

Direktur RSUD R Soedjono Selong, dr Tantowy Jauhari mengatakan, operasi bedah syaraf akan segera dikembangkan di RSUD R Soedjono Selong. Mengingat fasilitas yang ada di RSUD tersebut dikatakan sudah sangat layak untuk membuka operasi bedah syaraf di Lotim.

“Operasi bedah syaraf membutuhkan CT Scan, kebetulan kita sudah punya dan sudah beroperasi,” ujarnya saat ditemui Inside Lombok di ruangannya, Rabu (05/12) lalu.

Untuk diketahui, Hidrosefalus merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya penumpukan cairan di dalam otak yang menyebabkan kepala penderita lebih besar dari tubuhnya. Penyakit tersebut paling banyak ditemukan pada bayi dan usia lanjut

“Kita harapkan operasi hidrosefalus itu bisa berjalan pada tahun 2021, baik itu pada pasien reguler dan membantu masyarakat kurang mampu,” katanya.

Dikatakan Tantowy, kebanyakan pengidap penyakit hidrosefalus tersebut paling banyak diderita oleh kaum dhuafa atau masyarakat yang kurang mampu. Sehingga terjadinya gizi tak seimbang yang menyebabkan munculnya penyakit tersebut.

“Jadi itu dorongan bagi kita di rumah sakit untuk memulai adanya pelayanan bedah syaraf guna membantu operasi hidrosefalus,” imbuhnya.

Saat ini, pihak RSUD sedang melakukan persiapan untuk memulai pelayanan tersebut dengan melengkapi peralatan dan juga SDM yang akan menangani operasi bedah syaraf di RSUD R Soedjono Selong.

“Kita saat ini tengah komunikasi dengan perhimpunan bedah syaraf dan sudah disetujui dengan mulai melakukan operasi hidrosefalus,” terangnya.

Pihak RSUD juga tidak menutup kemungkinan akan menggandeng lembaga yang siap dan berkenan membantu masyarakat penderita hidrosefalus. Mengingat selama ini lembaga terkendala pada biaya yang cukup besar lantaran operasi hidrosefalus harus ke luar daerah.

“Jadi dengan adanya pelayanan bedah syaraf itu juga bisa sangat meminimalisir pembiayaan,” tutupnya.