Untuk Pertama Kali di China Tak Ada Kasus Baru Corona

Warga menggunakan masker di wajahnya saat berada di sebuah stasiun kereta bawah tanah di pagi hari di Kota Beijing di tengah-tengah berlanjutnya wabah COVID-19 di China daratan, China, Selasa (7/4/2020). Inside Lombok/ ANTARA FOTO/REUTERS/Tingshu Wang/wsj.

Shanghai (Inside Lombok) – China mencatat bahwa tak ada kasus baru corona di daratan pada 22 Mei, pertama kali negara itu tak mengalami peningkatan harian dalam jumlah kasus sejak pandemi muncul di kota Wuhan akhir tahun lalu.

Komisi Kesehatan Nasional (NHC) mengatakan dalam satu pernyataan pada Sabtu bahwa catatan ini dibandingkan dengan empat kasus baru pada hari sebelumnya. Namun NHC menyatakan bahwa ada dugaan dua kasus baru: satu kasus impor di Shanghai dan satu penularan lokal di sebelah timur laut provinsi Jilin.

Kasus baru tanpa gejala corona menurun menjadi 28 dari 35 sehari sebelumnya, kata NHC.

China mengalami penurunan tajam dalam kasus penularan lokal sejak Maret saat pembatasan besar pada pergerakan penduduk memudahkannya untuk mengendalikan wabah di banyak bagian negeri itu.

Namun China terus mengalami arus masuknya kasus impor, terutama yang melibatkan warga negara China yang pulang dari luar negeri, sementara klaster-klaster baru penularan di provinsi perbatasan sebelah timur laut provinsi Jilin dan Heilongjiang muncul pada pekan-pekan belakangan.

Wuhan juga melaporkan bulan ini klaster pertama penularannya sejak karantina wilayah pada kota itu berakhir pada 8 April, yang mendorong pihak berwenang memperingatkan bahwa langkah-langkah melawan wabah tak dapat dikendorkan dan meluncurkan kampanye untuk melakukan uji corona pada semua warga Wuhan yang berjumlah 11 juta.

Jumlah kasus terkonfirmasi di daratan mencapai 82.971 dan korban meninggal tak berubah dan tetap 4.634. (Ant)