Jambret HP, Bedul Tinggalkan Motornya Karena Jalan Buntu

Bedul dan Samsul, tersangka kasus penjambretan di Jalan R. Suprapto bersiap-siap melakukan gelar perkara di Mapolres Mataram, Senin (25/03/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Seorang pemuda dengan nama Bedul (23) diamankan Tim Resmob 701 Reskrim Polres Mataram, Senin (25/03/2019) karena melakukan penjambretan di Jalan R. Suprapto, tepatnya di depan Wisma Nusantara, Kota Mataram.

Saat diintrogasi, Bedul mengatakan bahwa dirinya biasa melakukan penjambretan maupun pencurian jika sedang sepi proyek kerja. Bedul sendiri diketahui sehari-hari bekerja sebagai sopir di beberapa proyek pembangunan.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, menerangkan bahwa Bedul telah melakukan tindak pencurian sebanyak tiga (3) kali dan penjambretan sebanyak satu (1) kali.

“Pelaku berboncengan membuntuti korban dan memepet dari kiri, kemudian menjambret HP milik korban yang berada di dalam saku korban kemudian ngebut dengan motornya,” ujar Saiful saat memimpin gelar perkara, Senin (25/03/2019), di Mapolres Mataram.

Selain itu, Saiful menerangkan bahwa Bedul yang berhasil kabur sempat dikejar oleh korban dengan inisial BES (25) sampai ke sebuah gang buntu. Di gang tersebut tersangka meninggalkan motor yang dikendarainya dan memilih melarikan diri dengan memanjat tembok.

Bedul berhasil diamankan setelah Tim Resmob melacak kepemilikan motor yang ditinggalkan oleh tersangka. Motor tersebut milik tersangka bernama Samsul yang membantu Bedul saat melakukan tindak penjambretan tersebut.

Bedul diamankan di rumahnya di Dasan Keling, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Saat akan ditangkap Bedul sempat melawan. Karena itu Tim Resmob mengambil tindakan terarah dan terukur dengan menembak kaki Bedul.

Saat ini Bedul dan Samsul beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Mataram untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas aksinya tersebut kedua tersangka akan dikenakan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan hukuman penjara maksimal sembilan (9) tahun.