Wilayah Kamu Hujan Petir? Ini Penyebabnya

Ilustrasi

Mataram (Inside Lombok) – Belakangan ini wilayah Lombok dan sekitarnya kerap diguyur hujan disertai dengan petir. Hujan dan petir besar terus menerus dengan suara yang menggelegar tersebut pun terjadi pada malam hari.

Petir itu sendiri merupakan salah satu fenomena alam yang mendampingi hujan atau ketika awan mulai mendung. Kilatan cahaya tersebut akibat hasil pertemuan muatan listrik berbeda yang berasal dari listrik awan dan listrik bumi.

Namun, apa yang terjadi apabila petir menyambar secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama atau bahkan setiap hari? Fenomena langka tersebut dinamakan Petir Abadi Catatumbo yang hanya terjadi di daerah Venezuela.

Diperkirakan Petir Catatumbo ini telah menyambar sekitar lebih dari 1 juta kali dalam setahun dan menghasilkan arus listrik sebesar 400.000 Ampere dan dapat terlihat jauh dalam radius 400 kilometer.

Nama Catatumbo itu sendiri diambil dari nama salah satu sungai yang bermuara di Danau Maracaibo. Kondisi petir Catatumbo ini lompat dari satu awan ke awan lain, namun cenderung tidak menyentuh tanah. Petir tetap bersahutan meski pada saat cuaca cerah sekali pun di posisi yang sama juga.

Danau Marcaibo mengandung bahan-bahan organik yang mengalami pembusukan. Dari proses pembusukan tersebut mengeluarkan gas rawa yang mengandung gas metana sehingga membentuk awan gas besar hasil ionisasi.

Awan gas yang terionisasi tersebut naik ke atmosfir. Ketika berbenturan dengan angin kencang dari Gunung Andes akan semakung tinggi kenaikan hingga puluhan kilometer.

Kehadiran petir memang penuh kewaspadaan terutama bagi yang beraktivitas di luar. Beberapa kepercayaan mengenai petir juga sebagian terbukti hanya mitos belaka.

Seperti mitos mengenai petir akan menyambar benda yang lebih tinggi. Namun faktanya, petir tidak memandang tinggi rendahnya suatu objek untuk disambar. Tanah pun bisa tersambar oleh petir.

Pohon yang sering dijadikan tempat untuk berlindung dari hujan dan petir malah justru merupakan tempat penyebab sambaran petir terbanyak kedua di dunia.

Banyak juga yang berpikir bahwa berlindung di dalam rumah sudah sangat aman dari sambaran petir. Padahal, petir bisa menyambar meskipun di dalam rumah apabila terdapat benda yang memiliki arus listrik seperti ponsel, tv, radio, dan lainnya.

Apabila berada di luar ruangan terbuka, posisi yang baik saat petir sebaiknya dengan berjongkok dan menjauhi kontak dengan benda berlistrik. Selain itu menutup kedua telinga menggunakan kedua telapak tangan agar memgurangi resiko gangguan pendengaran.