BerandaLombok TimurPemkab Siapkan Bantuan Modal dan Lapak Sementara bagi Pedagang Pasar Pringgabaya yang...

Pemkab Siapkan Bantuan Modal dan Lapak Sementara bagi Pedagang Pasar Pringgabaya yang Terdampak Kebakaran

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda Pasar Pringgabaya. Selain fokus pada penanganan awal, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi para pedagang yang terdampak agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa segera kembali berjalan.

Bupati dan Wakil Bupati Lotim serta jajaran terkait turun langsung memantau kondisi pasar pasca kebakaran untuk memastikan kondisi di lapangan pasa Rabu (29/04/2026).

Dalam keterangannya, Bupati Lotim, Haerul Warisin, mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan bersikap kooperatif selama proses penanganan berlangsung. Pasalnya, seluruh tahapan pemulihan masih dalam proses dan membutuhkan waktu serta perhitungan matang.

“Semua ini masih dalam proses. Kita harapkan masyarakat bisa bersahabat dan bersabar. Pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan sampai kondisi kembali normal,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 164 pedagang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut. Untuk membantu meringankan beban mereka, pemerintah berencana menyalurkan bantuan modal usaha sebagai langkah jangka pendek.

“Insyaallah kita akan berikan bantuan modal masing-masing sekitar Rp2 juta per pedagang. Ini untuk jangka pendek sambil kita melihat perkembangan ke depan,” jelasnya.

Selain bantuan modal, pemerintah juga tengah menyiapkan solusi agar para pedagang bisa kembali berjualan dalam waktu dekat. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembangunan lapak sementara.

“Untuk sementara, akan dibuatkan lapak sementara supaya para pedagang bisa segera berjualan lagi,” tambahnya.

Terkait perbaikan pasar secara menyeluruh, pemerintah telah meminta dinas terkait untuk melakukan penghitungan anggaran secara detail. Perkiraan biaya tidak bisa ditentukan secara langsung tanpa kajian teknis yang matang.

“Saya sudah minta dinas terkait untuk menghitung kebutuhan anggaran. Ini tidak bisa diperkirakan begitu saja, harus dihitung secara jelas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pembangunan kembali Pasar Pringgabaya direncanakan masuk dalam prioritas anggaran tahun 2027. Pemerintah memastikan komitmennya untuk membangun kembali pasar tersebut secara permanen.

Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan, maka proses hukum akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita serahkan kepada aparat penegak hukum. Kalau memang ada unsur kesengajaan berdasarkan hasil penyelidikan, tentu akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Di sisi lain, sejumlah pedagang mengaku mengalami kerugian besar akibat kebakaran tersebut. Mereka berharap bantuan yang diberikan dapat segera direalisasikan, mengingat banyak di antara mereka yang kehilangan seluruh modal usaha.

“Kami tidak punya apa-apa lagi, semua habis. Harapannya bantuan ini bisa segera kami terima supaya bisa kembali berjualan,” ungkap salah satu pedagang.

Dengan langkah-langkah darurat seperti bantuan modal dan penyediaan lapak sementara, pemerintah berharap roda perekonomian di Pasar Pringgabaya dapat segera pulih, sembari menunggu proses pembangunan kembali pasar secara permanen.

- Advertisement -

Berita Populer