BerandaMataramKadis Dikpora NTB Sesalkan Video Joget Perpisahan Siswa SMAN 1 Pringgabaya

Kadis Dikpora NTB Sesalkan Video Joget Perpisahan Siswa SMAN 1 Pringgabaya

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi, menyesalkan video viral yang memperlihatkan aksi joget dengan musik DJ dalam acara perpisahan siswa di SMAN 1 Pringgabaya, Lombok Timur. Ia menyatakan akan segera menerbitkan surat edaran terkait tata cara pelaksanaan kegiatan perpisahan di sekolah menyusul kejadian tersebut.

Syamsul Hadi mengaku baru mengetahui video berdurasi sekitar 18 detik itu dan langsung memberikan perhatian. Ia menilai ekspresi yang ditampilkan dalam video tersebut tidak mencerminkan semangat pendidikan. “Memang videonya sangat pendek, baru hari ini saya lihat. Tetapi ekspresi seperti itu semestinya tidak terjadi karena terkesan berlebihan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan perpisahan seharusnya tetap berada dalam koridor norma yang berlaku di masyarakat dan tidak menimbulkan keresahan. Menurutnya, ekspresi yang bertentangan dengan nilai budaya justru tidak sejalan dengan tujuan pendidikan.

“Tujuan pendidikan adalah membudayakan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kalau ekspresinya bertentangan dengan budaya, maka itu tidak sejalan dengan tujuan pendidikan itu sendiri,” jelasnya.

Terkait peristiwa di SMAN 1 Pringgabaya, Syamsul Hadi menyebut telah memerintahkan pihak sekolah untuk segera memberikan klarifikasi serta menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan kepala sekolah bertanggung jawab atas seluruh aktivitas yang berlangsung di lingkungan sekolah.

“Saya sudah minta kepala sekolah untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf kepada masyarakat, karena bagaimanapun itu menjadi tanggung jawab pihak sekolah,” katanya.

Selain itu, Dinas Dikpora NTB juga menugaskan jajaran di Lombok Timur untuk turun langsung ke sekolah guna memastikan situasi tidak berkembang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan cepat terhadap polemik yang muncul di masyarakat.

Syamsul Hadi menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun surat edaran yang akan ditujukan kepada seluruh kepala sekolah, khususnya terkait pelaksanaan penamatan dan perpisahan siswa. Ia menekankan kegiatan harus dilaksanakan secara sederhana, tidak membebani siswa, serta tidak berlebihan atau berlangsung hingga larut malam.

“Perpisahan itu harus sederhana, tidak boleh membebani siswa. Pembiayaan harus bersifat sukarela, dan tidak boleh diekspresikan secara berlebihan, apalagi sampai mengganggu ketertiban umum atau berlangsung hingga larut malam,” tegasnya.

Ia menambahkan, surat edaran tersebut akan segera ditandatangani setelah sempat tertunda karena padatnya agenda dinas, termasuk mendampingi kunjungan pejabat pusat. “Secepatnya akan saya tandatangani, agar ada pedoman yang jelas bagi sekolah dalam melaksanakan perpisahan siswa,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer