BerandaMataramKemiskinan Masih di Atas 10 Persen, NTB Targetkan Nol Desa Miskin Ekstrem...

Kemiskinan Masih di Atas 10 Persen, NTB Targetkan Nol Desa Miskin Ekstrem 2029

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi NTB menegaskan pengentasan kemiskinan sebagai fokus utama pembangunan daerah. Saat ini, lebih dari 10 persen masyarakat NTB masih berada dalam kategori miskin, dengan sekitar 2 persen atau puluhan ribu jiwa tergolong miskin ekstrem.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa visi NTB Makmur Mendunia harus dimulai dari kesejahteraan masyarakat. “Tidak mungkin NTB mendunia tanpa terlebih dahulu menjadi makmur,” tegasnya (16/04).

Pemprov NTB menargetkan nol desa dengan kemiskinan ekstrem pada 2029 serta penurunan angka kemiskinan menjadi satu digit. Pembangunan pun difokuskan dari desa sebagai fondasi utama. “Pembangunan harus dimulai dari desa,” ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov mengalokasikan Rp472 miliar langsung ke desa dan Rp51 miliar untuk sektor pertanian dan irigasi. Program Desa Berdaya menjadi ujung tombak, dengan 40 desa prioritas mendapat intervensi lebih dari Rp1 miliar per desa, serta ratusan desa lainnya melalui program tematik.

Di sektor pertanian, peningkatan nilai tukar petani dari 123 ke 134 disebut menjadi indikator positif. “Ketika nilai tukar petani naik, kemiskinan turun,” kata Iqbal.

Selain itu, NTB juga mendorong sektor pariwisata dan investasi, termasuk kerja sama senilai Rp1,3 triliun untuk pengembangan industri pertanian. Di sisi tata kelola, Pemprov NTB juga mengambil langkah besar dengan melunasi utang daerah sebesar Rp632 miliar. “Lebih baik memulai dari nol daripada memulai dari minus,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menambahkan Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan 2027. “Ini ruang bersama agar perencanaan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Musrenbang 2026 menghasilkan ratusan usulan program serta menetapkan arah kebijakan pembangunan yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi daerah. Pemerintah optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor dan intervensi yang tepat sasaran, target penurunan kemiskinan di NTB dapat dicapai secara bertahap. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer