Mataram (Inside Lombok) – Kegiatan touring menggunakan sepeda motor menjadi salah satu aktivitas favorit pecinta roda dua. Selain memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan, touring juga menjadi momen kebersamaan antar komunitas. Namun, di balik keseruannya, terdapat sejumlah hal penting yang harus dipersiapkan agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan berkesan. Mulai dari kondisi fisik pengendara yang harus prima, kesiapan kendaraan, hingga pemahaman terhadap rute perjalanan, semua menjadi faktor utama dalam menunjang keselamatan selama touring.
Berikut tahapan penting yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan:
1. Rencana Perjalanan. Perencanaan yang matang menjadi kunci utama suksesnya kegiatan touring. Peserta perlu menentukan jam keberangkatan, jalur yang akan dilalui, serta titik-titik penting seperti lokasi istirahat, pengisian bahan bakar, dan tempat makan. Selain itu, pembagian tugas dalam kelompok touring juga harus dilakukan sejak awal agar perjalanan lebih terorganisir.
2. Legalisasi Perjalanan. Mengurus izin perjalanan menjadi langkah penting, terutama saat melakukan touring secara berkelompok. Dengan adanya legalitas, rombongan akan lebih mudah mendapatkan informasi terkait kondisi jalur maupun arahan dari petugas berwenang, sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih aman dan tertib.
3. Delegasi Tugas. Dalam kegiatan touring, pembagian peran sangat diperlukan untuk menjaga koordinasi selama perjalanan. Beberapa peran penting antara lain: Road Captain, bertugas memimpin dan memandu rombongan dari titik awal hingga tujuan. Sweeper, memastikan barisan tetap rapi dan membantu mengatur laju rombongan. Safety Officer, memberikan briefing keselamatan, memeriksa kelayakan kendaraan, serta memastikan perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu digunakan dengan benar. Technical Officer, siap memberikan bantuan teknis apabila terjadi kendala pada kendaraan. Health Officer, bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatan peserta serta membawa perlengkapan P3K.
4. Sosialisasi Kegiatan. Panitia perlu menyampaikan informasi secara lengkap kepada seluruh peserta, mulai dari tujuan touring, rute perjalanan, hingga susunan petugas yang bertanggung jawab. Pada tahap ini juga dilakukan pembukaan pendaftaran bagi peserta yang ingin bergabung.
5. Administrasi. Pendataan peserta menjadi tahap akhir yang tak kalah penting. Data ini digunakan untuk memperkirakan kebutuhan selama perjalanan, seperti biaya bahan bakar, konsumsi, hingga akomodasi. Dengan administrasi yang rapi, koordinasi selama touring akan lebih mudah dilakukan.
Sebagai tambahan, Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, memberikan beberapa saran penting bagi para pengendara yang akan melakukan touring.
“Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum berangkat, karena konsentrasi adalah kunci utama keselamatan. Selain itu, lakukan pengecekan kendaraan secara menyeluruh, mulai dari ban, rem, hingga lampu. Saat berkendara berkelompok, jaga jarak aman dan hindari berkendara secara agresif. Ikuti arahan road captain agar perjalanan tetap tertib dan aman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap bukan hanya sebagai pelindung, tetapi juga bentuk tanggung jawab pengendara terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan. Dengan memperhatikan seluruh tahapan dan saran tersebut, diharapkan kegiatan touring dapat berjalan dengan lancar dan minim risiko. Pengendara juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan, serta mengutamakan keselamatan di atas segalanya.
Ingat, keseruan touring akan terasa lebih lengkap jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Mari selalu terapkan prinsip #Cari_Aman saat berkendara demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

