29.5 C
Mataram
Kamis, 30 Mei 2024
BerandaNasionalPengamat: Ganjar Capres Paling Tegas Soal Konflik Israel-Palestina

Pengamat: Ganjar Capres Paling Tegas Soal Konflik Israel-Palestina

Mataram (Inside Lombok) – Penyerangan Israel ke Palestina menarik perhatian dunia, terutama karena banyaknya anak-anak dan perempuan yang meninggal di tengah peperangan itu. Berbagai negara di dunia pun mengambil sikap, tidak terkecuali Indonesia yang saat ini tengah memasuki tahun politik.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing pun menilai dari tiga calon presiden (capres) saat ini, Ganjar Pranowo lah yang paling visioner terkait sikap negara atas konflik Israel-Palestina itu.

Menurutnya Ganjar telah menunjukkan ketegasan dan keberpihakannya pada kemerdekaan Palestina jauh-jauh hari dibanding capres lainnya, dalam hal ini Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Salah satunya adalah saat Ganjar menentang partisipasi Timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang saat itu hendak digelar di Indonesia. Sikap itu disebut Emrus bisa menjadi manifestasi dari visi yang konsisten.

- Advertisement -

Menurutnya, penolakan Ganjar atas hadirnya Timnas Israel saat itu adalah sikap seorang negarawan. “Kalau dia berpikir soal elektoral, lebih baik dia diam. Tetapi, dia tegas mengatakan bagi dia sebagai negarawan bukan soal elektoral, tapi soal sikap. Saya kira itu sebagai bentuk dari pada ketegasan dia dari garis daripada konstitusi kita, UUD 1945,” jelasnya.

Saat menolak hadirnya Timnas Israel kala itu, Ganjar memang tegas menyatakan sebelum kemerdekaan terwujud di Palestina maka partisipasi Israel di Indonesia tidak dapat diterima. Buntutnya Piala Dunia U-20 pun batal digelar di Indonesia, meski penyelenggara menolak memberi alasan yang jelas terkait pembatalan itu.

Penolakan yang ditunjukkan Ganjar saat itu, lanjut Emrus, menegaskan komitmen mantan Gubernur Jawa Tengah itu atas nilai-nilai keadilan dan solidaritas internasional. Ia juga berpendapat bahwa sikap tegas yang ditunjukkan Ganjar sebelumnya akan diterima oleh publik sebagai respons yang konstruktif, bukan sekadar penolakan tanpa dasar. (r)

- Advertisement -

Berita Populer