Mencintaimu – Puisi Vito Prasetyo

151

Dalam Sekam

Aku sudah bosan berkata
lihatlah diriku terbungkus sekam
ruang hampa menjerat napasku
pikiranku pun tersesat
entah apa penyebabnya
jiwa seakan tergulung dalam jerami
Tetapi engkau duduk tertawa
mimpiku menjadi gila
itu katamu

Malang – 2021

Dermaga

engkau kutukan musim, menjelma rindu
meringkas dari segala peradaban
ketika tembok-tembok dermaga
haus diterpa ombak, beribu jarak waktu
tertelan serpihan angin
yang berjalan simpang siur, dari penatnya masa silam

punggungmu mulai telanjang, menguak tanah-tanah pulau
dari lengangnya sinar, dan bebatuan berbaris
memagari tubuh, yang selalu berdiam diri
menanti kedatangan pemukim baru
jadi puisi serupa lilin, luluh di sekian waktu
biarkan dermagamu menanti musim
ucapkan salam
pada kapal-kapal yang berlabuh
terangkan malam di genggam suar
jika perlu, nyalakan mantra sihir
yang hiasi tarian ombak
mengarungi perjalanan sepasang gelisah

melekat di tubuhmu, yang kian usang

Malang, 2021

Mencintaimu

aku mencintaimu sebagaimana sajakku
tak pernah letih mengembara
menulis doa dalam bait-bait rindu
seperti hujan membasahi tanah, sungai dan laut
hingga langit melatih kesabarannya
tak pernah marah
meski berselimutkan dingin
di sehelai mimpiku, yang kering-kerontang

Malang – 2020

IMG 20220508 WA0014Vito Prasetyo, dilahirkan di Makassar, 24 Februari 1964 — Agama: Islam — Bertempat tinggal di Kab. Malang – Pernah kuliah di IKIP Makassar. Bergiat di penulisan sastra sejak 1983, dan peminat budaya. Naskah Opini dan Sastra (Cerpen, Puisi, Esai, Resensi), Artikel Pendidikan & Bahasa telah dimuat media cetak lokal, nasional, dan Malaysia.