Siang di Gunungsari – Puisi Lalu Mungguh

175
Siang di Gunungsari (Ilustrasi oleh Nuraisah Maulida Adnani)

Kremasi

Tentang semua yang telah terjadi
kita bunuh pelan-pelan saja
Ia layak mati
Karena tumbuh menjadi benalu

Kita siapkan saja peti mati
Dan bersama kita kremasi
Setelahnya
Kita labuhkan di senja nanti
Pada pantai
Pada sebuah ritual melasti

Pejeruk, 21 Juli 2021

Kremasi 2

Rintik hujan terakhir telah terkubur angin musim ini, kering

Seperti cintaku
Yang kau peti kremasikan
Tanpa upacara membakar dupa
Di antara kita,
Siapa yang ‘kan melafal mantra

Pejeruk, 25 Juli 2021

Siang di Gunungsari

siang ini
kucumbu matahari
tanpa birahi
ia telah dipeluk gerutu kelabu
yang menghunus cemburu

siang ini
matahari membelakangiku pergi
punggungnya berlubang kenang
tetes-tetes napas jatuh bergegas
berserakan pada jalanan tanpa tujuan

aku mencintaimu dalam klise
lembaran satu menjadi seribu
dan aku masih juga seperti dulu
lelaki yang mencintai dalam kelu

Gunungsari, 27 Oktober 2020

IMG 20220227 WA0001Lalu Mungguh, Lahir di Mangkung Lombok Tengah. Kini tinggal di Pejeruk Ampenan. Sehari-hari mengajar di SMAN 1 Gunungsari. Tulisan dalam bentuk artikel opini beberapa kali telah dimuat di media cetak lokal.