Festival Bale Langgaq, Cara Merawat Tradisi di Desa Sakra Lotim

Salah satu pertunjukkan adat sasak di festival Bale Langgaq, Sabtu (17/11/2018). (Inside Lombok/ISTIMEWA)

Lombok Timur (Inside Lombok) – “Tulak jok bale langgaq” merupakan tagline populer di kalangan masyarakat suku Sasak, khususnya Desa Sakra. Pernyataan ini bermakna bahwa sejauh apapun seseorang melangkah, kelak pasti kembali ke kampung halaman.

Makna inilah yang menjadi dasar diselenggarakan Festival Bale Langgaq. Sebuah event pelestarian budaya dan kuliner khas Desa Sakra, Lombok Timur, NTB. Acara ini digagas oleh sekumpulan pemuda di Desa Sakra, yang menghimpun diri dalam Lembaga Seni Budaya Bale Langgaq.

Mengambil tema Bentara Wisata Budaya Desa. Acara ini didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Pemdes Sakra.

Dilangsungkan di lapangan umum Desa Sakra pada 17 November 2018, pembukaan festival ini berlangsung spektakuler. Venue diisi dengan 7 panggung yang masing-masing menampilkan konten menarik.

Konten tersebut diantaranya adalah kesenian-kesenian asli Sasak yang langka dan hampir punah, seperti Barong Tengkok, Gendang Betep, Rebana 5, Cilokak Klasik, Kelentang Tunggal, Terompong Tunggal, dan lainnya.

Tak lupa, suguhan kuliner asli Desa Sakra pun menghiasi panggung-panggung kecil, diantaranya Serabi Lak-Lak, Temerodok, Apon-Apon, Pencok, Pelecing, Urap, dan lainnya.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran 1 Regional III Kementerian Pariwisata RI, Ricky Fauzi. Penyambutannya dilakukan dengan dengan Kuda Kayu dan diiringi kesenian tradisional lainnya serta masyarakat.

Ketua Penyelenggara, Oyok Sapriadi mengatakan suguhan konten dalam event ini merupakan wujud kerinduan dan bentuk kecintaan masyarakat terhadap tradisi-tradisi asli suku Sasak, khususnya di Desa Sakra.

“Kita berusaha menampilkan orisinalitas tradisi, sehingga masyarakat ingat dan kemudian melestarikannya bersama” ungkapnya.

Lebih lanjut, Oyok menerangkan acara ini bentuk sinergi antara pemuda dan pemerintah, dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Pemerintah Desa.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, semoga sinergi seperti ini terus terjaga sehingga event-event budaya khususnya Festival Bale Langgaq tetap diadakan dan menjadi agenda tetap setiap tahun,” pungkasnya.

Pembukaan acara ini ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh tokoh adat yang juga Mantan Gubernur Provinsi NTB, H.L. Serinata, didampingi oleh Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Kadispar NTB H.L. Moh Faozal, Kadispar Lombok Timur M.Juhad, dan Kepala Desa Sakra, Lalu Anugrah Bayu Adi. Selain pembukaan Festival, acara ini juga sekaligus menjadi peresmian Desa Sakra menjadi Desa Wisata.

Tamu undangan yang hadir juga dapat mencicipi aneka kuliner serta menyaksikan dari dekat kesenian tradisional asli daerah ini.

Festival Bale Langgaq berlangsung pada tanggal 17-21 November 2018. Setiap sorenya akan ada perang bintang Peresean Se-Pulau Lombok. Tak hanya itu, kegiatan malam hari pun diisi dengan pentas MATASIPA (Drama, Tari, Musik, dan Rupa). (IL1)