Videonya Mabuk dan Merokok Viral, Anak Asal Aikmel Ini Diurus Kemensos

Januari saat diantar oleh Sakto Peksos untuk kembali mengenyam bangku pendidikan. (Inside Lombok/ISTIMEWA)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Beberapa hari yang lalu, seorang anak viral melalui sebuah video yang menampilkan dirinya ketika sedang mabuk dan merokok. Seketika video tersebut langsung menarik perhatian publik.

Ia adalah Januari, yang selama ini diketahui tinggal hanya bersama bibi dan neneknya di Dusun Petakawan, Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Orang tua Januari diketahui telah bercerai saat ia duduk di bangku kelas 1 SD.

Setelah kedua orang tuanya bercerai, ibu Januari kemudian menjadi seorang TKW di Malaysia. Ayahnya dikabarkan menikah lagi dan saat ini berprofesi sebagai ojek yang tinggal di Desa Toya, Kecamatan Aikmel.

Semenjak itu, Januari sering tidak pernah diam di rumah dan justru selalu pergi keluyuran ke beberapa desa terdekat.

“Pergaulannya lintas desa,” ungkap Zohri, Kepala Desa Kalijaga, Rabu (14/11/2018).

Dulu saat sebelum orang tuanya bercerai, Januari dikenal sebagai siswa yang pintar. Namun setelah kejadian perceraian tersebut, ia sudah mulai kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang sama lagi oleh orang tuanya.

Hal tersebut yang membuat Januari mulai putus sekolah dan bersikap serta bertindak di luar batas norma. Meskipun masih di bawah umur, ia sudah mencoba merokok, konsumsi minuman keras, bahkan ia sering kali ditemukan mencuri.

Pendamping Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak Kementerian Sosial (Sakti Peksos PA) yang bertugas di Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur melakukan koordinasi tentang informasi Januari bersama dengan Kepala Desa Kalijaga, Zohri.

Zohri dan Sakti Peksos juga sepakat untuk mengadakan sebuah pertemuan yang difasilitasi oleh Zohri sendiri dengan mengundang keluarga atau wali Januari, yakni paman dari ayahnya, Tohri.

Pertemuan ini dilakukan untuk mencari solusi terbaik bagi Januari. Sakti Peksos juga sudah menginformasikan bahwa pemerintah memiliki tempat lembaga khusus membina anak tersebut apabila pihak keluarga atau wali sepakat yang tentunya tidak lepas dukungan dari desa.

Senin (19/11/2018) Sakto Peksos membawa Januari ke LKSA Peduli anak di Lombok Barat untuk melakukan rujukan agar memperoleh binaan.

“Kami mengantar adik Januari untuk dirujuk ke LKSA Peduli Anak di Desa Langko Lombok Barat untuk mendapatkan pembinaan dan bisa kembali bersekolah,” jelas Arief dari pihak Sakti Peksos saat serah terima di Kantor Desa Kalijaga bersama Kepala Desa, Ayah dan Paman Januari serta Ketua LKSA Peduli Anak, Nurdiana, Senin (19/11/2018).

Rencananya Januari akan dibawa untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis penyakit guna mengontrol kondisi fisiknya yang sebelumnya telah mengkonsumsi rokok dan minuman keras.

“Januari akan melanjutkan pendidikan di SD Peduli Anak sembari menunggu surat pindah sekolah dan rapot dari sekolah sebelumnya,” lanjutnya.

Sakti Peksos juga menyarankan keluarga Januari agar suatu saat bisa meluangkan waktunya untuk menjenguk Januari dan konsisten berkomunikasi dengan Sakti Peksos dan LKSA Peduli Anak agar hubungan Januari dengan keluarganya tidak putus. (IL4)