Kasihan, 34 Petugas PPS di Mataram Ini Jatuh Sakit

Ketua KPU Kota Mataram, M. Husni Abidin (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Proses penghitungan suara setelah diselenggarakannya Pemilu 2019 masih berlangsung, tidak terkecuali di Kota Mataram. Surat suara yang sampai saat ini masih di tingkat Kecamatan untuk melewati proses hitung manual mengharuskan Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) bekerja keras, tidak jarang sampai jatuh sakit bahkan meninggal.

Di Kota Mataram sendiri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram mencatat sebanyak 5 orang petugas PPK dari Kecamatan Mataram dan Kecamatan Selaparang masih sakit dan mendapat perawatan. Sedangkan petugas PPS yang jatuh sakit dalam melaksanakan tugas tercatat sebanyak 34 orang.

Hal tesebut disampaikan oleh Ketua KPU Mataram, M. Husni Abidin, Sabtu (27/04/2019), saat ditemui di Mataram. Husni menyebutkan bahwa dari seluruh jumlah petugas baik PPK maupun PPS yang jatuh sakit tersebut sebagian besar masih mendapat perawatan di Rumah Sakit, namun ada juga yang menjalani proses pemulihan melalui rawat jalan.

“Untuk Kota Mataram yang kami sudah input ada lika orang PPK masih sakit. PPS 34 orang, ada yang sudah pulih, sebagian ada yang masih proses pemulihan di rumah atau rawat jalan,” ujar Husni.

Untuk petugas PPS sendiri Husni menyebutkan bahwa pada tingkat kelurahan masih ada yang mendapat perawatan di UGD Rumah Sakit Angkatan Darat Wira Bhakti. Untuk itu, Husni menerangkan pihaknya masih terus akan memperbarui data petugas penyelenggara pemilu yang jatuh sakit.

“Hari ini masih ada yang dirawat sekitar dua orang di Kecamatan Selaparan, Sandubaya. Kita akan input dan up-date terus untuk penyelenggara-penyelenggara kita di bawah,” tegas Husni.

Sakit yang dialami para petugas PPK dan PPS tersebut sendiri sebagian besar disebabkan oleh faktor kelelahan. Selain itu, ada juga petugas yang memiliki riwayat penyakit khusus seperti tipes dan mag.

“Riwayat penyakit ini bisa awalnya tipes, mag, dan itu ditambah lagi dengan kecapekan dan kurang tidur akhirnya itulah yang membuat para petugas sakit,” uajr Husni.

Untuk para petugas penyelenggara pemilu itu sendiri, Husni menyerangkan bahwa pihak KPU telah melakukan upaya-upaya maksimal dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB untuk membantu mengecek kondisi kesehatan seluruh penyelenggara pada Pemilu 2019, baik dari KPU mauapun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Selain itu, Husni juga menerangkan bahwa KPU Republik Indonesia dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui pemberian santunan bagi petugas penyelenggara pemilu yang mengalami sakit, baik berat maupun ringan, serta bagi yang meninggal dunia. Ketika ditanyai besaran santunan tersebut, Husni menerangkan bahwa belum ada info lebih jauh terkait hal tersebut.

“Kalau besarannya kita belum tahu. Yang pasti sudah direspon oleh negara. Dan langsung ditindak cepat kalau ada (petugas) yang masuk UGD,” pungkas Husni.