Masyarakat Antusias Saksikan Mataram Jazz World Music Festival

Suasana di Lapangan Sangkareang pada hari pertama pelaksanaan Mataram Jazz World Music Festival 2018, Sabtu (9/12/2018). (Inside Lombok/IL5)

Mataram (Inside Lombok) – Kemeriahan acara Mataram Jazz World Music Festival yang bertajuk Sound of Humanity pada Sabtu (8/12/2018) di Taman Sangkareang Kota Mataram disambut antusias tinggi masyarakat setempat.

Acara dibuka oleh sambutan dari Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, yang turut hadir pada pukul 16.00 WITA. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kegiatan ini. Dalam hal ini, Pemkot Mataramjuga turut resmikan acara ini dan berharap bisa diadakan setiap tahunnya.

“Jazz world yang ketiga kalinya dan yang pertama di Kota Mataram dengan harapan tiap tahun bisa diadakan event seperti ini. Acara ini diadakan karena visi kemanusiaan, meski masih dalam suasana duka gempa, kita harus mengadakan event seperti ini dengan tema yang lebih bersuka cita,” sambut Mohan, Sabtu (8/12/2018).

Setelah membuka acara tersebut, Mohan menunjukkan keahliannya dalam memainkan gitar dan mengajak para penonton berkolaborasi bersama menyanyikan lagu “We Are The Champion” karya band asal Inggris, Queen.

“Pesan penting dari kegiatan ini adalah membangkitkan kepercayaan orang luar bahwa Mataram LOP sudah aman untuk didatangi kembali,” ujarnya.

Jazz World Music Festival ini juga turut dimeriahkan oleh sejumlah musisi dan band antara lain Jadeq, Don’t Tell Mom, Sura Dipa, Neo Decker, Jari Etnika, dan Cerita Fatmawati.

Para artis yang memeriahkan Mataram Jazz World Music Festival 2018. (Inside Lombok/IL5)

“Saya apresiasi betul inisiatif dari kawan-kawan musisi dan organizer desain acara ini, karena ini yang dibutuhkan suasana recovery. Juga ada para volunteer work yang mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk kegiatan kemanusiaan,” tambah Mohan.

Ary Juliant, salah satu musisi Lombok juga berharap agar acara ini bisa tetap bertahan di tahun berikutnya untuk menunjukkan potensi yang dimiliki Kota Mataram itu sendiri.

“Saya harap ini bisa menjadi salah satu yang bisa dipertahankan dan bisa dilihat kota-kota lain bahwa kita punya sesuatu di sini,” harap Ary.

Semakin malam acara semakin ramai dikunjungi penonton. Penampilan terakhir ditutup oleh band asal Jakarta, Cerita Fatmawati yang mengajak penonton bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat. (IL4/IL5)