Pemprov NTB Mulai Salurkan JPS Warga Terdampak COVID-19

181
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah (kiri) bersama wakilnya Hj Sitti Rohmi Djalilah didampingi Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, dan pimpinan OPD di Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang bagi masyarakat terdampak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Kamis (16/4/2020). Inside Lombok/ANTARA/ Dokumen

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang bagi masyarakat terdampak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di daerah itu, Kamis.

Peluncuran JPS Gemilang itu dilakukan di halaman Kantor RRI Mataram oleh Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah bersama wakilnya Hj Sitti Rohmi Djalilah didampingi Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, dan pimpinan OPD Pemprov NTB.

“Paket JPS Gemilang ini, isinya hampir seluruhnya merupakan produk IKM dan UMKM kita sendiri di NTB. Harga-harganya jelas lebih mahal dibanding barang produksi pabrik-pabrik besar. Bukan karena kita Mark up harganya. Tapi karena diolah langsung dengan peralatan seadanya dan penuh ketelatenan. Tapi dari sinilah akan ada transfer “knowledge” dengan nilai intrinsik yang mahal,” kata Gubernur NTB.

Zulkieflimansyah mencontohkan ada IKM di Sekotong, Kabupaten Lombok Timur, di mana produsen kelapa memeras dengan sangat sederhana, menggunakan tangan untuk menghasilkan minyak kelapa. Proses awal yang manual seperti itu, menurut Zulkieflimansyah terjadi di semua negara berkembang sehingga, produk yang dihasilkan harganya lebih mahal dengan kualitas masih kalah dengan barang pabrikan.

“Semua merupakan proses yang harus dilalui. Demi pembelajaran dan hal itu harus kita hargai. Di teori apapun tentang Industrialisasi semua akan mengalami hal yang sama..

Produk awal lebih mahal, kualitas kurang. Tapi seiring berjalannya waktu akan ada masukan, kritikan, dll. Sehingga lambat laun hasilnya akan lebih baik dan sempurna,” ujar Zulkieflimansyah.

Gubernur berjanji kedepannya akan memberikan mesin untuk IKM dan UMKM di NTB, sehingga diharapkan mampu memproduksi barang yang lebih berkualitas yang bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat NTB, tapi dapat mensuplai sampai dunia global.

Lebih lanjut Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa paket bantuan JPS Gemilang diperuntukkan 105.000 KK di seluruh Provinsi NTB. Di mana 73.000 untuk KK Miskin yang belum terakomodir dalam program nasional (PKH dan BPNT). Sedangkan 32.000 KK untuk sektor formal dan informal yang terdampak COVID-19. Dalam satu paket bantuan sembako dan suplemen tersebut senilai Rp250.000 per KK per bulan, dan akan diberikan selama tiga bulan.

Sementara untuk jadwal pembagian bantuan JPS Gemilang untuk Kota Mataram direncakan mulai tanggal 16-18 April 2020. Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara pada tanggal 19-24 April 2020. Sementara pada tanggal 22-27 April 2020 untuk Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Sedangkan tanggal 22-26 April 2020 untuk Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat dan pada tanggal 22-28 April 2020 jadwal untuk Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh Walikota/Bupati, serta Kepala Desa/Lurah, agar bantuan ini tepat sasaran. Baik untuk validasi data maupun distribusi bantuan, agar tidak terjadi double bantuan dengan Bantuan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten/Kota,” katanya.

Peluncuran ditandai dengan pemberian secara simbolis paket JPS Gemilang yang berisi beras 10 Kg, telur 20 butir, minyak goreng 1 liter, susu kedelai, minyak kayu putih, sabun, teh kelor, dan masker, oleh Gubernur-Wakil Gubernur NTB kepada Kepala Kelurahan Abian Tubuh Barat Kota Mataram dan Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) NTB. (Ant)