Lombok Tengah (Inside Lombok) – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng) menyerahkan satu unit ambulans jenazah kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Loteng, sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Penyerahan dilakukan seiring kebijakan peningkatan status RSUD Praya dari tipe C ke tipe B agar layanan kesehatan semakin maksimal.
Wakil Bupati Loteng, Nursiah, menyampaikan bahwa ambulans jenazah tersebut diperuntukkan bagi pelayanan pengantaran jenazah secara gratis. Menurutnya, layanan ini dilengkapi sopir yang telah dilatih dan dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Pelayanan ambulans bagi warga kita yang meninggal dunia. Nah, ini pengantarannya gratis oleh sopir yang sudah dilatih, ada SOP-nya. InsyaAllah jadi pelayanan ini akan lebih meningkat,” kata Nursiah.
Dalam kesempatan tersebut, Nursiah juga menyampaikan rasa syukur atas capaian RSUD Praya dalam proses akreditasi fungsi diklat peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di NTB, di mana tenaga kesehatan RSUD Praya memperoleh akreditasi B.
Sementara itu, Direktur RSUD Praya, Mamang Bagiansyah, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan meskipun masih terdapat keterbatasan. “Kami selalu terbuka menerima kritik saran,” ungkapnya.
Mamang memastikan seluruh pasien yang meninggal dunia di RSUD Praya mendapatkan layanan pengantaran jenazah secara gratis. “Kadang-kadang mereka sudah dalam keadaan bersedih, berkabung tapi masih harus memikirkan bayar ambulance,” jelasnya. Saat ini, RSUD Praya memiliki tiga unit ambulans jenazah yang dinilai cukup mendukung layanan tersebut.
Ia menegaskan bahwa layanan ambulans jenazah gratis berlaku bagi seluruh masyarakat selama pemakaman dilakukan di wilayah Loteng. “Jadi, sekali lagi ini poinnya bahwa nanti masyarakat Loteng atau masyarakat siapa pun yang asalkan pemakamannya di wilayah Loteng, kami antar gratis. Itu intinya, jadi mereka tidak perlu lagi mikir harus bayar ambulans, atau harus cari ambulans dan sebagainya,” imbuhnya.
Program layanan ambulans jenazah gratis ini diharapkan dapat mengurangi beban sosial dan anggaran masyarakat Loteng. “Apapun statusnya, mau BPJS ataupun umum dan dari manapun, yang penting dimakamkan di wilayah Loteng, maka gratis pengantaran jenazah,” tandas Mamang.

