24.5 C
Mataram
Jumat, 27 Februari 2026
BerandaMataramBPBD NTB Perkuat Ketangguhan Bencana Lewat Kolaborasi Multipihak

BPBD NTB Perkuat Ketangguhan Bencana Lewat Kolaborasi Multipihak

Mataram (Inside Lombok) – Inside Lombok melaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB memperkuat sistem pengelolaan risiko bencana melalui kolaborasi multipihak menyusul kerentanan geografis NTB terhadap gempa bumi, tsunami, dan bencana hidrometeorologi. Penguatan dilakukan melalui kegiatan kick off implementasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) atau Annual Work Plan (AWP) Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kamis (26/2) di Mataram, dengan dukungan Program SIAP SIAGA.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal penyelarasan program dengan prioritas pembangunan daerah.

“Kick off ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama agar seluruh program selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” kata Sadimin.

Fokus program tahun 2026 diarahkan pada penguatan sistem kelembagaan melalui optimalisasi kerja sama multipihak serta penyelarasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) di tingkat provinsi dan tiga kabupaten, yakni Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Sumbawa, dengan Program SIAP SIAGA. Sadimin menegaskan pengelolaan risiko bencana tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan koordinasi lintas sektor serta lintas wilayah.

“Kolaborasi yang telah dibangun selama ini kita harapkan semakin kuat di tahun 2026 hingga akhir Program SIAP SIAGA,’’ kata Sadimin.

Kolaborasi yang telah berjalan menghasilkan sejumlah inisiatif, di antaranya peluncuran Unit Layanan Disabilitas pada Desember 2024 yang melakukan pengolahan data terpilah penyandang disabilitas di tiga kabupaten. Melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) NTB dan Forum PRB Perguruan Tinggi juga dilakukan pendampingan desa melalui program KKN Tematik Destana serta penyusunan kajian ketangguhan pulau-pulau kecil di Kabupaten Lombok Utara dan Sumbawa.

DRM Area Manager SIAP SIAGA NTB, Anggraeni Puspitasari, menyampaikan Program SIAP SIAGA yang awalnya dirancang untuk periode 2019–2024 telah diperpanjang hingga 2028 dan memasuki Fase II.

“Program SIAP SIAGA awalnya dirancang sebagai inisiatif lima tahun (2019-2024), namun kini telah resmi diperpanjang hingga tahun 2028. Memasuki Fase II ini, program membawa mandat yang lebih tajam dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip GEDSI, penghidupan yang berkelanjutan serta adaptasi perubahan iklim’’ kata Anggraeni Puspitasari.

Dalam AWP 2026 terdapat tujuh program kolaboratif, meliputi peningkatan sistem dan strategi penanggulangan bencana, pemetaan dan evaluasi risiko, peningkatan layanan data dan komunikasi, penguatan kebijakan kesiapsiagaan melalui kolaborasi pentahelix, peningkatan kualitas kebijakan pemulihan pascabencana termasuk penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) dan JITUPASNA, serta penguatan kapasitas logistik dan peralatan melalui klaster logistik provinsi.

“Fokus pelaksanaan Program SIAP SIAGA NTB di tahun 2026 adalah memperkuat sistem kelembagaan melalui optimalisasi kolaborasi dan kemitraan multi-pihak serta mendukung pengawasan, evaluasi, dan pembelajaran dari implementasi program-program Penanggulangan Bencana,” kata Angga.

- Advertisement -

Berita Populer