Mataram (Inside Lombok) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram melakukan pendampingan terhadap pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) pengolah Obat Bahan Alam (OBA) minyak ikan hiu di Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung ke sarana produksi guna memastikan produk memenuhi standar keamanan, mutu, serta regulasi nasional dan internasional.
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memberikan asistensi kepada pelaku usaha agar mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkuat daya saing produk lokal. Ia menyebut wilayah Tanjung Luar memiliki potensi sebagai penghasil komoditas unggulan daerah.
“Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum dialog dan pembinaan bagi pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing,” ujarnya, Rabu (11/3).
Dalam kunjungan tersebut, BBPOM meninjau tahapan produksi mulai dari pengolahan bahan baku hingga proses akhir. Tim juga memberikan masukan teknis terkait penerapan cara produksi yang baik, menjaga higienitas lingkungan produksi, serta memastikan konsistensi mutu produk yang dihasilkan.
“UKM menyampaikan tantangan yang mereka hadapi. Melalui dukungan pendampingan seperti ini, kami berharap dapat memperkuat kapasitas mereka sehingga pelaku usaha semakin percaya diri dalam mengembangkan bisnisnya,” terangnya.
Menurut Yogi, sinergi antara pemerintah sebagai regulator dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas produk. BBPOM Mataram berkomitmen terus memberikan edukasi kepada pelaku industri pangan dan Obat Bahan Alam agar tetap mengutamakan standar keamanan tanpa menghambat inovasi.
“Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, produk-produk UKM Indonesia diharapkan mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus bersaing di tingkat nasional, bahkan merambah pasar global,” pungkasnya.

