Mataram (Inside Lombok) – Jemaah calon haji (JCH) Kloter 1 asal Lombok Timur (Lotim) telah tiba di Madinah dalam kondisi baik. Panitia mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas berlebihan menjelang puncak pelaksanaan haji di Arafah.
Penanggung Jawab Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Calon Haji Provinsi NTB di Asrama Haji Embarkasi Lombok, H. Suparlan, mengingatkan jamaah agar menghemat tenaga selama di Tanah Suci. “Karena musim haji masih lama. Bahwa haji itu adalah Arafah maka kurangi aktivitas yang berlebihan simpan tenaganya,” kata Suparlan, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, jemaah tetap dapat melaksanakan ibadah sunnah selama di Madinah, namun diminta tidak berlebihan agar kondisi tetap terjaga hingga puncak ibadah. “Mudahan minta doa kepada semua masyarakat di NTB biar jamaah haji kita sehat dari pergi hingga pulang,” ujarnya.
Suparlan juga mengingatkan kondisi cuaca di Tanah Suci yang mencapai 42 derajat celcius, sehingga jemaah disarankan memilih waktu yang tepat untuk beribadah. “Kalau mau melaksanakan ibadah yang sifatnya sunnah pilih waktu yang sesuai dengan suhu di sana, misalnya pagi, sore, atau malam hari,” katanya.
Selain itu, jemaah diminta berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan di luar karena konsumsi telah disiapkan oleh pemerintah. “Kita sudah siapkan. Namun makanan yang diluar atau beli sendiri dan agar hati-hati. Karena itu diluar pantauan panitia disana,” tegasnya.
Untuk mencegah penularan penyakit, jemaah dianjurkan menggunakan masker mengingat berkumpulnya umat dari berbagai negara. “Penyakit yang penularan lewat pernafasan. Ini kan seluruh penjuru dunia ada disana dan kita sarankan untuk menggunakan masker,” kata Suparlan.
Ia juga menyoroti keterbatasan jumlah petugas kesehatan dalam satu kloter yang terdiri dari satu dokter dan satu perawat. “Ini perlu diperhatikan. Mungkin ada juga petimbangan lain dari pemerintah. Jika tidak bisa diatasi oleh petugas maka bisa dirujuk,” pungkasnya.

