BerandaMataramHarga BBM Naik, DLH Mataram Butuh Tambah Anggaran Agar Ritase Pengangkutan Tetap...

Harga BBM Naik, DLH Mataram Butuh Tambah Anggaran Agar Ritase Pengangkutan Tetap Berjalan

Mataram (Inside Lombok) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ini menjadi alarm untuk penanganan sampah di Kota Mataram. Pasalnya, pemerintah daerah diharuskan untuk meningkatkan alokasi anggaran jika tidak ingin sampah menumpuk di mana-mana.

“Kita akan lakukan penyesuaian tentang kenaikan itu. Hampir sebagian besar kendaraan pengangkut sampah kita menggunakan solar,” kata Walikota Mataram, Mohan Roliskana, Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan, pelayanan akan tetap dimaksimalkan meski ada kenaikan harga BBM. Efisiensi sudah dilakukan dengan maksimal oleh pemda Kota Mataram. Namun dengan adanya kenaikan maka harus ada penyesuaian alokasi anggaran pada tahun ini.

“Kita akan sesuaikan lagi dengan kondisi. Bisa jadi ada penambahan anggaran nanti di APBD Perubahan. Harus begitu,” katanya.

Penambahan alokasi anggaran untuk BBM pengangkut sampah ini harus dilakukan agar ritase pengangkutan yang dilakukan selama ini tetap berjalan normal. “Yang penting ritasenya harus tetap berjalan dan tidak boleh berkurang. Pengangkutannya tidak boleh dikurang dan tetap pelayanan standar,” katanya.

Menurutnya, ini bukan beban baru tetapi memang harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Kenaikan ini disebut merupakan masalah namun harus dicarikan solusinya. “Kalau masalah ya, tapi ini kita harus selesaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengatakan alokasi anggaran BBM operasional kendaraan pengangkut sampah hanya bisa bertahan hingga pertengahan bulan November. Di mana sebelumnya pemerintah daerah sudah mengalokasikan hingga akhir tahun. Namun dengan kenaikan harga yang terjadi maka harus ada penambahan alokasi anggaran.

“Di anggaran perubahan itu akan ditambah. Kami juga sudah koordinasi dengan Pak Sekda. Kalau harganya tetap berada pada posisi yang sekarang ini maka mau tidak mau kita harus tambah anggaran untuk dexlite,” katanya.

Ia mengaku, kenaikan harga BBM ini cukup berat. Untuk harga Dexlite, ditetapkan sebesar Rp 23.600 per liter, naik dari 1 April 2026 yang sebesar Rp14.200 per liter. Sedangkan, untuk Pertamina Dex, harga ditetapkan menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter. “Kenaikannya sampai 85 persen lah kenaikannya. Jadi nanti kenaikannya pada APBD Perubahan Rp1,4 miliar,” katanya.

Disebutkan, alokasi anggaran untuk pengangkutan sampah dan semua kendaraan operasional yang ada di DLH Kota Mataram sebesar Rp10 miliar. Namun dengan adanya perubahan harga BBM ini maka akan ada penyesuaian anggaran. Dimana, total anggaran yang dibutuhkan untuk BBM dengan kenaikan harga yang terjadi sebesar Rp11 miliar lebih.

“Jadi ditelaah kami itu akan naik Rp1,4 miliar dan total kebutuhan anggaran untuk satu tahun sebesar Rp11,4 miliar. Kita lihat perkembangan dulu. Kalau bisa turun ya Alhamdulilah. Kalau masih stagnan seperti sekarang maka kita harus menambah anggaran,” katanya.

Denny mengatakan, DLH Kota Mataram tidak bisa menghemat anggaran operasional pengangkutan sampah. Karena jika ini dilakukan maka akan terjadi penumpukan dimana-mana. “Sudah jelas ritasenya. Kemudian pengakutan juga sudah jelas. Kalau kita mau hemat, maka numpuk lagi sampah di titik-titik tertentu,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer