BerandaMataramDalam Lima Tahun, Ketimpangan Gender di NTB Menurun

Dalam Lima Tahun, Ketimpangan Gender di NTB Menurun

Mataram (Inside Lombok) – Ketimpangan gender di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren penurunan konsisten, dengan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2025 tercatat sebesar 0,515, turun dari 0,530 pada 2024. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perbaikan ini terjadi secara bertahap sejak 2020.

Berdasarkan data BPS, IKG NTB berada pada angka 0,665 pada 2020, kemudian menurun menjadi 0,642 pada 2021, 0,611 pada 2022, 0,572 pada 2023, 0,530 pada 2024, hingga mencapai 0,515 pada 2025. Penurunan bertahap ini menunjukkan perbaikan berkelanjutan dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.

Secara keseluruhan, IKG NTB turun sekitar 0,150 poin dalam kurun lima tahun, yang mencerminkan semakin menyempitnya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. Kondisi ini juga menunjukkan meningkatnya peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menyatakan tren tersebut menunjukkan perbaikan berkelanjutan, terutama pada aspek kesehatan reproduksi dan pendidikan perempuan. “Perbaikan ini menandakan akses perempuan terhadap layanan dasar semakin baik, dan peluang untuk berpartisipasi dalam pembangunan juga semakin terbuka,” ujarnya.

Meski demikian, BPS mencatat masih terdapat tantangan, khususnya dalam partisipasi perempuan di pasar kerja dan keterwakilan dalam pengambilan keputusan. Pemerintah Provinsi NTB menyatakan akan terus memperkuat kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan melalui peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan tren positif ini perlu dijaga. “Ini bukan sekedar penurunan angka, tetapi menunjukkan bahwa perempuan NTB semakin berperan dalam pembangunan. Ini harus kita dorong agar semakin kuat dan merata di semua sektor,” tegasnya. Ia menambahkan, “Perempuan NTB harus percaya diri dan terus berkembang. Semakin banyak perempuan yang terlibat aktif, semakin kuat fondasi pembangunan daerah kita.”

- Advertisement -

Berita Populer