Mataram (Inside Lombok) – Skema pembayaran hosting fee pada pelaksanaan MotoGP 2025 ini direncanakan dengan cara gotong royong. Meski belum ada nominal yang ditetapkan, namun hosting fee harus dibayarkan tuan rumah penyelenggara kepada Dorna Sport.
Dirut Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandi Satria, mengatakan persoalan pembayaran hosting fee MotoGP 2025 disebut tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya ITDC sebagai tuan rumah penyelenggara MotoGP 2025 siap untuk membayar dengan beberapa opsi. “Perihal hosting fee yang harus bicara ITDC, cuma hosting fee tidak usah dipermasalahkan. ITDC sudah siap dengan berbagai opsi,” katanya.
Terkait mekanisme pembayaran hosting fee ini, ITDC, MGPA sebelumnya pernah berkoordinasi dengan pemprov NTB. Dimana dari diskusi yang dilakukan, ada sharing anggaran pada event kejuaraan. “Memang benar dulu ITDC, MGPA menghadap ke Pemprov untuk diskusi bagaimana bisa sharing seperti even Kejuaraan lainnya oleh ITDC dan MGPA,” katanya.
Untuk tahun ini sambung Andi, sapaan akrabnya, anggaran hosting dipastikan ada. Dimana, skema yang akan ditempuh yaitu dengan cara gotong royong. “Tahun ini cuman tidak usah dipermasalahkan pasti ada kok. Skema gotong royong pasti jalan,” ungkap Andi. Sebelumnya, Pj. Sekda Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal, mengatakan Pemda tidak memiliki anggaran untuk membayar hosting fee pelaksanaan MotoGP 2025. Dimana, MotoGP akan digelar pada 3-5 Oktober mendatang.
Ia mengatakan, meskipun skema pembayaran yang ditawarkan yaitu secara gotong royong dengan ITDC, Pemprov NTB menegaskan tidak memiliki anggaran. “Hosting fee nggak ada gotong royong, mau sama siapa, nggak ada, duitnya daerah nggak ada untuk hosting fee,” katanya.
Untuk menyukseskan pelaksanaan event motor paling bergengsi ini, Pemda hanya akan mendukung dalam bentuk promise. Sementara untuk pembayaran hosting fee, pemerintah tidak ada akan membayar pada pelaksanaan event MotoGP 2025 ini. “Nggak ada hosting fee di daerah, Pemda hanya dukung untuk promosinya untuk kegiatan eventnya,” tegasnya.

