2.587 Pembangunan Rumah Tahan Gempa Belum Tuntas di Lobar

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah daerah Lombok Barat masih memiliki tanggung jawab dalam menuntaskan dampak akibat gempa yang terjadi 2 tahun yang lalu. Penyelesaian LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) pendirian Rumah Tahan Gempa (RTG) yang sudah selesai dibangun, saat ini masih mencapai angka 86 persen dengan target penuntasan akhir tahun ini.

“Pada bulan Maret itu kita hanya mencapai 20 persen dan sekarang kurang lebih sudah di 86 persen” kata Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, saat ditemui di dinas Perkim Lombok Barat, Selasa (06/10/2020).

Dirinya pun menyebut bahwa Pemda Lombok Barat dan pihak terkait lainnya optimistis dapat menuntaskan pertanggungjawaban tersebut sesuai dengan target yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Kita optimistis sekali sesuai dengan target dari pusat itu Oktober, LPJ harus sudah selesai” sebut Bupati Lobar ini.

Fauzan melanjutkan bahwa percepatan penyelesaian ini dapat maksimal karena semua unsur yang terlibat pun harus saling bersinergi.

“Yang kerja tidak hanya BPBD saja, tetapi Perkim dan PU juga. Bahkan mereka ini membagi tugas per kecamatan,” bebernya.

Komitmen yang dilakukan Pemda dalam memaksimalkan penyelesaian RTG ini, diklaim Fauzan, bahwa Pemerintah daerah Lombok Barat telah mendapat kepastian dari BNPB terkait pencairan dana pembangunan 2.587 RTG yang masih tersisa saat ini.

“Alhamdulillah kita mendapatkan kepastian dari BNPB, segera akan dikirim ke rekening sisa RTG yang belum” ungkapnya.

Dimana 2.587 RTG yang belum terbangun ini, akumulasi harganya sekitar Rp 61 miliar.

“Setelah direview, yang belum itu nilainya sekitar Rp 61 miliar” katanya.

Dirinya menyebutkan bahwa dana tersebut akan dicairkan ke rekening masing-masing Pokmas dan akan dimulai minggu depan.

“Alhamdulillah kita kan sudah mengangkat fasilitator dan juga ada jaminan dari BNPB untuk fasilitator ini juga masuk dalam anggaran yang dapat dicairkan untuk gaji mereka” ungkap Fauzan.

Dan saat ini, kata Fauzan, pembangunan dan perbaikan akibat gempa 2 tahun lalu yang belum tersentuh dana dari pemerintah pusat. Di antaranya, ada sekolah, masjid, perkantoran (kantor desa atau kantor camat).

“Itu akan kita sampaikan di rapat koordinasi dengan BPNPB siang nanti” ketus Bupati Lobar ini.

Dirinya pun memberi penekanan supaya RTG yang dibangun setelah fasilitator untuk penuntasannya dipilih sendiri oleh Pemda Lobar ini, diharapkan untuk lebih baik dari RTG sebelumnya. Begitupun dengan LPJ nya yang harus diselesaikan secara tepat dan cepat.

Sehingga keterlambatan penyelesaian LPJ, seperti yang pernah terjadi sebelumnya dapat dijadikan sebagai pelajaran.

“Fasilitator yang sekarang ini kan langsung bisa kita kontrol, dan bisa kita sanksi mereka kalau macam-macam. Karena kita yang angkat dan SK nya dari Bupati, begitu juga dengan seleksinya” terang Fauzan.

Terkait kepastian penyelesaian LPJ RTG ini, Fauzan mengaku optimis untuk bisa menyelesaikan jumlah yang masih tersisa.

“Karena kalau pencairan dana itu mulai minggu depan, November sudah mulai kerja mereka. Kalau 30 hari kerjanya, dan dieksekusi awal November, berarti Desember kan bisa selesai” sebut Fauzan.

Dalam rapat koordinasi percepatan perbaikan dan pembangunan rumah terdampak gempa di NTB yang dihadiri oleh Deputi Rekon BNPB pusat, Ir. Rifa’i, bahwa secara keseluruhan di wilayah NTB, terhitung sejak awal Maret hampir 212.000 RTG dari 226.000 berhasil terselesaikan.

Bahkan dirinya menyebut bahwa kepala BNPB pusat telah memberi penekanan untuk mengenai percepatan pencairan dana bantuan RTG untuk setiap data yang masuk.

“Kita akan pastikan minggu ini untuk data yang masuk segera dicairkan” tegasnya.