BTNGR: Pembangunan Kereta Gantung Tidak Sampai Wilayah TNGR

134
Ilustrasi kereta gantung. (Image source : Kompas.com)

Mataram (Inside Lombok) – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memastikan rencana pembangunan kereta gantung di area sekitar Rinjani tidak masuk ke kawasan TNGR. Hal tersebut disampaikan Kepala BTNGR, Dedy Asriady merespon banyaknya perbincangan terkait kereta gantung yang akan dibangun di Pulau Lombok.

“Dapat saya informasikan bahwa rencana kereta gantung Rinjani itu berada di luar kawasan TNGR,” ujar Dedy saat memberikan keterangan, Sabtu (23/4).

Menurutnya, rencana pembangunan konstruksi kereta gantung itu ramai diperbincangkan lantaran lokasi pembangunannya dianggap berada di dalam kawasan TNGR. “Mengenai lokasi persisnya saya kurang tahu, tapi dari informasi yang ada itu kami bisa pastikan berada di luar kawasan TNGR,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Muhammad Rum memastikan proyek pembangunan kereta gantung di area Gunung Rinjani akan berlanjut. Meski sempat tertunda karena pandemi Covid-19, investor asal Tiongkok sudah memastikan kesiapan mereka. Antara lain dengan mempercepat pengurusan AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan), agar konstruksi bisa dikerjakan mulai tahun ini.

“Insyaallah tahun ini mulai konstruksi. Pastinya yang tersebut (investor, Red) betul-betul serius, kan sudah ada dananya Rp5 miliar sebagai wujud keseriusan,” ujar Rum.

Diterangkan, investor sejak 2-3 minggu lalu sudah datang melakukan konsolidasi ke DPMPTSP NTB serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB. “Jadi yang mana tentunya harus mempersiapkan beberapa dokumen lagi, seperti AMDAL, FS-nya (Feasibility Study). Mereka ingin juga ada MoU yang lebih up-date lagi dari Pemprov,” ungkapnya.

Rencananya, investasi kereta gantung Rinjani akan dibuat sepanjang 9 kilometer (km). Lokasi proyek masih berada di kawasan hutan lindung, mulai dari Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara, Lombok Tengah menuju kawasan hutan lindung di bagian atas desa.

“Saya tidak tahu persis apakah sampai puncak, tapi yang jelas sampai (perbatasan) TNGR. Apakah sampai puncak atau Segara Anak, Itu nilai investasinya bisa sampai ratusan miliar,” ungkapnya. Jika proyek kereta gantung Rinjani ini sudah jadi, maka NTB disebut Rum akan memiliki kereta gantung terpanjang di dunia. Di mana untuk saat ini China memiliki jalur kereta gantung sepanjang 6 kilometer yang menjadi jalur terpanjang di dunia.

Sementara itu, dari segi lingkungan disebutnya tidak akan mengabaikan aspek kelestarian di sekitar area Gunung Rinjani. Di mana sumber daya yang digunakan adalah listrik, dan tidak digunakan bahan bakar lainnya. “Penebangan pohon juga paling tidak banyak, hanya satu atau dua saja untuk menancapkan tiangnya, yang jelas ini sudah ada persetujuan dari TNGR,” tandasnya. (r/dpi)