Desa Wisata Loang Baloq Punya Suvenir Terbaik se-Indonesia

1346
Para pemenang ADWI 2022 kategori suvenir terbaik (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Desa wisata Loang Baloq berhasil meraih juara 1 untuk kategori suvenir pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi menerangkan nilai tertinggi Loang Baloq disumbang dari lapak suvenir yang ada di destinasi tersebut.

“Kan penilaian tim itu ada kriya. Saat itu krita-nya dinilai pengrajin mutiara. Kemudian ada fesyen ada desainer kain tenun, ada oleh-oleh jambu mete di Mapak,” ungkap Denny, Senin (31/10) sore.

Saat ini Dinas Pariwisata Kota Mataram sudah menyiapkan lapak yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk menjajakan jualannya. “Di sana kan ada juga pusat-pusat suvenir. Toko-toko suvenir yang kita buka di Loang Baloq. Itu juga menjadi penilaian,” katanya.

Setelah ditetapkan menjadi juara untuk kategori suvenir desa wisata, Dinas Pariwisata Kota Mataram akan lebih mengembangkan produk UMKM khususnya oleh-oleh. Dicontohkan, UMKM jambu mete saat ini sudah bisa membuat mesin pengolahan sendiri dan produksinya sudah mulai dipasarkan ke luar daerah.

“Kita adakan pelatihan-pelatihan lagi kan. Sesuai dengan keinginan pak menteri ini harus dikembangkan lagi potensi yang ada di sana. Kita akan gunakan DAK non fisik itu ada pelatihan-pelatihan untuk para pelaku UMKM,” ungkapnya.

Sementara untuk pengembangan yang ada di destinasi wisata Loang Baloq, menurut Denny sudah cukup maksimal. Namun yang menjadi atensi saat ini yaitu kebersihan destinasi. Karena masih banyak sampah yang ada di destinasi tersebut.

“Di sana lagi-lagi sampah sungai yang dibawa ke laut, sama laut dibawa lagi ke tepi pantai. Jadi ini yang selalu menjadi momok di Loang Baloq, jadi tidak pernah bersih,” ungkapnya.

Uang pembinaan yang diterima Dinas Pariwisata Kota Mataram sebagai juara 1 kategori suvenir desa wisata yaitu sebesar Rp30 juta. Uang pembinaan yang diterima akan digunakan untuk pengembangan dan pemenuhan kebutuhan di Loang Baloq.

“Pengembangan sarana prasarana di Loang Baloq atau pembinaan-pembinaan. Nanti kita pikirkan lagi,” pungkasnya. (azm)