Disalahkan Warganet Soal Hujan Saat WSBK, Pawang Hujan di Loteng Lapor Polisi

Damai Santoso saat memberikan keterangan setelah mengajukan laporan ke Polres Lombok Tengah. (Inside Lombok/ist)

Lombok Tengah (Inside Lombok) –

Seorang Pawang Hujan asal Lombok Tengah, Damai Santoso mengajukan laporan pencemaran nama baik ke Polres Lombok Tengah. Pasalnya, warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut tersebut merasa tidak terima fotonya disebarluaskan oleh salah satu akun Twitter.

Melalui postingan medsos yang tersebar luas tersebut, foto Damai diunggah bersama keterangan bahwa dirinya yang berprofesi sebagai Pawang Hujan tidak berhasil menghalau badai yang memaksa seri balap World Superbike (WSBK) pada Sabtu (20/11) lalu.

“Dalam cuitan itu ada dilampirkan foto saya. Sementara saya tidak dipakai (jasanya) saat event WSBK. Hanya dipakai saat kedatangan Presiden Jokowi, waktu peresmian Sirkuit. Karena itu, foto yang tersebar juga saat kunjungan Pak Presiden. Bukan saat WSBK. Ini saya merasa pencemaran nama baik,” ungkap Damai saat mendatangi Polres Loteng, Senin (22/11).

Cuitan tersebut dianggapnya telah menjatuhkan harga dirinya dan menghina keluarganya. Karena jasanya sebagai pawang hujan tidak pernah dilibatkan oleh PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) maupun Mandalika Grand Prix Association (MGPA) saat event WSBK.

“Sementara postingan itu dikomentari oleh banyak pengguna Twitter dan Facebook,” katanya.

Sementara itu, Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lombok Tengah, IPDA Supardi membenarkan pengaduan pencemaran nama baik dari Deni sudah diterima pihaknya. “Setelah kami terima surat pengaduan dari pelapor, kami akan teruskan ke pimpinan,” jelasnya. (irs)