DPRD Loteng Dukung Pengembangan Embung Bidadari

Ratusan warga saat berendam di Embung Bidadari (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng) mendukung Pemda melakukan pengembangan Embung Bidadari di Desa Sabe, Janapria Loteng. Hal itu bisa menjadi objek baru untuk masyarakat berkunjung.

Anggota DPRD Loteng, Ahmad Supli saat dikonfirmasi di kantornya menerangkan penutupan Embung Bidadari memang seharusnya ditutup jika menyangkut persoalan kesehatan masyarakat. Akan tetapi, sebagian masyarakat juga meyakini berendam di embung itu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Terkait hal itu, ia mengatakan tidak bisa mencegah pendapat masyarakat. Sehingga Pemda Loteng perlu menyiapkan langkah antisipasi, agar kandungan e-coli di Embung Bidadari tersebut dibersihkan terlebih dahulu.

“Tidak bisa kita cegah masyarakat berpendapat seperti itu. Namun secara ilmiahnya harus disampaikan,” ujarnya. Di sisi lain, Ketua Fraksi PKS DPRD Loteng itu menegaskan, bahwa ia setuju Embung Bidadari untuk tetap dilanjutkan, lantaran ia mengamati tempat tersebut sangat ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan mencapai ribuan orang setiap minggunya.

“Saya setuju ini dilanjutkan akan tetapi clear-kan dulu masalahnya. Hal-hal yang memberikan dampak bagi kesehatan harus dibuang, sehingga tempat itu bisa menjadi objek baru,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Loteng, dr Suardi mengatakan dari hasil pemeriksaan sampel air yang diambil di embung tersebut 17 Agustus lalu, diketahui air Embung Bidadari secara fisik tidak memenuhi syarat baik dari warna, bau dan rasa. Dari kimiawi juga beberapa parameter seperti CaCO3, Fe, Mn di atas ambang batas baku mutu dengan resiko yang bisa membahayakan kesehatan.

“Dari hasil pemeriksaan biologi mengandung e-coli dan coliform yang melebihi ambang batas dan ini menunjukkan air embung bidadari tercemar tinja atau kotoran manusia,” katanya. (fhr)