Gubernur NTB Minta Peserta Jambore Nasional Jangan Lupa Salat

Peserta Jambore Nasional saat foto bersama dengan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Provinsi NTB mengirim 160 peserta untuk mengikuti jambore nasional ke XI. Ratusan peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut diminta untuk tidak melupakan salat selama mengikuti kegiatan.

“Mudahan mendapat pengalaman hidup yang luar biasa. baik-baik, jaga diri, dan jangan lupa salat,” kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Kamis (11/8) pagi usia melepas ratusan peserta jambore nasional.

Ia mengatakan, peserta yang mengikuti jambore pastinya akan mendapatkan pengalaman hidup. Karena akan bertemu dengan ribuan peserta yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. “Kita tentu senang ya setelah pandemi ini kita bisa jambore lagi. Cerita yang ikut jambore itu banyak sekali,” ujarnya.

Ketua Kwarda Pramuka NTB, Fathul Gani mengatakan kwartir daerah gerakan pramuka NTB diikuti oleh 10 kwartir cabang. Dimana, masing-masing kwartir cabang mengirimkan delapan orang yang tergabung di masing-masing regu putra dan putri.

“Masing-masing kwartir cabang itu mengirimkan delapan orang regu putri dan putra. Jadi totalnya 16 dan total keseluruhannya 160 peserta didik kita,” katanya kepada media, Kamis (11/8) pagi.

Dikatakan Gani, jambore nasional tahun 2022 ini akan diadakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur Jakarta Timur. Kegiatan ini akan digelar selama seminggu kedepan mulai tanggal 14-21 Agustus mendatang.

Menurut Gani, jumlah peserta pada pelaksanaan jambore nasional tahun 2022 ini dibatasi karena pandemic Covid-19 masih ditemukan. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, jumlah regu yang dikirim mencapai tiga regu di masing-masing kwartir cabang.

“Jadi untuk jambore nasional tahun ini yang ke sebelas. Hal ini memang masih dibatasi karena masih dalam situasi Covid-19. Kalau tahun-tahun sebelumnya biasanya tiga regu putra putri. Itu lebih banyak,” katanya.

Total peserta pada setiap jambore nasional itu mencapai puluhan ribu orang dari seluruh daerah di Indonesia. “Seluruh indonesia 10 an ribu lah peserta didik,” katanya. (azm)