Kejurda Paralayang Siap Ramaikan Pantai Lancing Loteng

206
Paralayang di pantai Lancing desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. (Sumber : BNN NTB)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Pantai Lancing di Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Loteng tak hanya menghadirkan pemandangan alam yang indah. Di lokasi ini pun memiliki keistimewaan sebagai lokasi Paralayang.

Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika yang jatuh pada 26 Juni, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi bersama Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) dan stakeholder lainnya akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Paralayang pada 21-24 Juli mendatang di Pantai Lancing.

Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Gagas Nugraha mengatakan Kejurda Paralayang nantinya akan diikuti atlet Paralayang Se-Nusa Tenggara Barat. “Kejuaraan Paralayang ini untuk memperingati Hari Narkotika Nasional dan juga sebagai ajang menyemangati para atlet Federasi Aero Sport (Fasi) di NTB,” katanya.

Atlet paralayang di NTB cukup banyak. Hampir di semua kabupaten terdapat atlet paralayang dan mereka siap mengikuti Kejurda tersebut. “Masing-masing kabupaten mengirimkan sejumlah atletnya untuk mengikuti Kejurda,” ujarnya.

Jenderal Bintang Satu ini mengungkapkan, kategori lomba ada 10 item. Terdiri dari U-22 perorangan putera, U-22 perorangan puteri, umum perorangan Putera, umum beregu putera, U-22 Beregu 4 orang per-kabupaten/kota putera.

U-22 beregu 4 orang per-kabupaten/kota puteri, open Overall (gabungan putera dan puteri), special class air force/kelas pelajar (gabungan putera dan puteri). Kemudian ada juga Festival tandem/solo, lomba fotografi (3 spot) yakni alam/batu cadas (natural), paralayang (sport) dan kehidupan masyarakat sekitar (sosial).

“Peserta yang akan mengikuti Kejurda sementara ini sebanyak 65 orang,” ujarnya. Rinciannya, 10 orang dari Kabupaten Lombok Utara, 5 dari Mataram, 5 dari Lombok Barat, 20 dari Lombok Tengah, 5 dari Lombok Timur, 10 dari Kabupaten Sumbawa Besar dan 10 orang dari Kabupaten Sumbawa.

“Tidak menutup kemungkinan ada peserta dari luar NTB dan kami persilahkan jika ingin ikut,” jelasnya. Ditambahkan, 21-22 Juli akan digelar free practice day dan pada 23 Juli Kejurda dimulai. Sementara, pada 24 Juli akan digelar festival.

“Saat ini kami masih melakukan pembahasan bersama stakeholder lainnya untuk mensukseskan acara tersebut,” imbuhnya. (fhr)