Tren Baru Kunjungan Wisatawan Jawa ke Lombok, Banyak yang Suka Naik Kapal Laut

8706
Para penumpang KM Kirana yang tiba di pelabuhan Pelindo Lembar. Jum'at (17/06/2022). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Ada tren baru dalam kunjungan wisatawan ke Lombok setelah beberapa event kelas dunia terselenggara. Ternyata semakin banyak wisatawan yang tertarik memilih rute laut dari Surabaya menuju Lombok dengan membawa kendaraan pribadi.

“Yang dominasi itu yang dari Surabaya. Malah ada tren-tren baru yang berpengaruh terhadap wisata domestik,” ungkap General Manager (GM) PT. Pelindo Lembar, Baharuddin saat ditemui di kantornya, Jumat (17/06/2022).

Peningkatan penumpang dengan tren baru itu disebutnya mencapai dua kali lipat atau sekitar 200 persen, terhitung sejak tahun lalu. “Karena jenis transportasi yang menjamin keamanan dan kenyamanan juga, akhirnya masyarakat memilih itu (moda transportasi laut, Red),” lugasnya.

Bahar menyebut, arus penumpang yang datang dengan membawa kendaraan pribadi tidak hanya satu keluarga. Namun tren ini juga banyak dijajal berbagai macam komunitas yang ingin mengeksplorasi keindahan pulau Lombok.

Terlebih ketika hari Jumat, karena rata-rata mereka ingin menikmati weekend di Lombok. “Mereka dari Jawa itu satu keluarga datang bawa mobil sendiri, dan ini tren baru,” bebernya.

Berbagai potensi pariwisata dengan adanya tren baru ini diakui perlu ditangkap. Termasuk dengan penyediaan berbagai fasilitas penunjang yang ada juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Saat ini, Bahar mengakui dengan berbagai fasilitas dan kemajuan pada kapal yang digunakan banyak masyarakat yang sudah tidak lagi takut memilih jalur laut. “Kapal-kapal sekarang bagus, malah ini orang yang mau datang gowes ini satu rombongan datang menggunakan KM Kirana,” tuturnya.

Selain itu, diberikan juga pelayanan dan fasilitas kapal seperti adanya hiburan, rasa nyaman dan aman bagi penumpang supaya tidak merasa jenuh. Hal itu dinilai turut berpengaruh membuat konsumen tidak ragu memilih jalur laut. Apalagi, rute yang ditempuh untuk Surabaya – Lombok cukup lama, kurang lebih 20 jam.

“Itu lah yang saya koordinasikan dengan operator-operator kapal, untuk selalu cepat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Karena perjalanan jarak jauh butuh berbagai fasilitas pendukung,” lanjut Bahar.

Tren-tren baru wisatawan untuk mengunjungi pariwisata di Lombok pun diprediksi akan semakin beragam. “Contohnya KM Kirana ini padat penumpangnya karena akan ada kegiatan klub sepeda,” ujarnya.

Saat Inside Lombok berkunjung ke dermaga Pelabuhan Pelindo Lembar yang disinggahi oleh KM Kirana VII milik Dharma Lautan Utama (DLU), ratusan orang anggota klub sepeda asal Surabaya yang akan menghabiskan weekend mereka untuk menikmati wisata di Senggigi dan sirkuit Mandalika tiba melalui jalur laut.

Ketua komunitas Ikasmada Cycling Club, Nora Lelyana mengaku menikmati perjalanan laut yang mereka tempuh. Bahkan, dengan fasilitas yang ada di kapal, waktu 20 jam tidak terasa lama.

“Sangat nyaman naik kapal ke Lombok dalam waktu tempuh 20 jam. Awalnya ini menjadi sesuatu yang mengerikan, tapi ternyata tidak terasa,” ungkapnya.

Berkat sensasi seolah menyebrang menggunakan kapal pesiar yang dirasakannya itu, ia akan mengajak lima klub lain yang juga dipimpinnya untuk kembali ke Lombok menggunakan kapal laut dalam waktu dekat.

“Kebetulan ada lima komunitas ada di bawah saya, nanti segera menyusul ke sini. Karena mereka harus merasakan sensasi naik kapal yang tidak mabuk sama sekali dengan KM Kirana ini,” pungkasnya. (yud)