Kepolisian Dukung Pemeriksaan Kesehatan di Akses Masuk Kota Mataram

Sejumlah kendaraan melintas di bawah Monumen Tembolak Pelangi, Jalan Bypass BIL, Kota Mataram, NTB, Kamis (2/4/2020). (Inside Lombok/ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram (Inside Lombok) – Pihak kepolisian mendukung langkah pemerintah yang berencana mengaktifkan posko pemeriksaan kesehatan di setiap akses masuk wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto di Mataram, Kamis, menjelaskan, dukungan diberikan dengan turut menempatkan sejumlah personel di setiap posko pemeriksaan kesehatan yang disiapkan pemerintah.

“Jadi kita yang bagian pengamanan, penyetopan kendaraan. Nanti untuk kesehatan, petugas lain yang periksa,” kata Guntur.

Penempatan posko pemeriksaan kesehatan yang bertujuan mencegah munculnya kasus baru terkait pandemi Coronavirus Disease (COVID-19), rencananya akan dimulai Jumat (3/4).

Pemerintah menyiapkan tujuh posko pemeriksaan kesehatan yang tersebar di setiap akses masuk Kota Mataram.

Tujuh posko tersebut berada di Jembatan Timbang, Jalan Raya Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Kemudian di simpang tiga Terminal Mandalika, Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Selanjutnya ada di Jalan Raya TGH. Saleh Hambali, Dasan Cermen, Kecamatan Cakranegara; Monumen Tembolak Pelangi, Jalan Bypass BIL, Jempong, Kecamatan Sekarbela; Jalan Raya Senggigi, Bintaro, Kecamatan Ampenan; Jalan Dr. Wahidin, Rembiga, Kecamatan Selaparang; dan Jalan Gora II, Selagalas, Kecamatan Cakranegara.

Setiap posko, kata dia, akan ditempatkan petugas kesehatan, TNI, dan Polri. Orang maupun kendaraan yang masuk ke Mataram, pastinya akan menjalani pemeriksaan sesuai protokol kesehatan.

“Kita upayakan setiap yang datang ini dicek. Jangan sampai kecolongan, jangan sampai yang datang ini sudah berbaur dengan masyarakat Kota Mataram, ini yang rawan,” ujarnya.

Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik menambahkan, bagi yang terdeteksi maka akan ditindaklanjuti sesuai dengan protokol kesehatan. Pemeriksaan lanjutan mencakup pendataan riwayat bepergiannya.

“Yang prioritas dari arah Barat. Dari Bali, Jawa yang daerahnya ada pandemi. Kalau yang dari Timur mungkin hanya skala prioritas saja,” kata Taufik. (Ant)