27.5 C
Mataram
Kamis, 20 Juni 2024
BerandaBerita UtamaKorban Terakhir Kapal MT Kristin Teridentifikasi, Banyak Cedera Patah Tulang

Korban Terakhir Kapal MT Kristin Teridentifikasi, Banyak Cedera Patah Tulang

Mataram (Inside Lombok) – Tiga orang yang menjadi korban kebakaran kapal MT Kristin Surabaya, pada Minggu (26/3) telah ditemukan. Penemuan jenazah ketiga alias yang terakhir atas nama Diki Abdul Aziz yang merupakan anak buah kapal (ABK) dari MT Kristin. Hasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, di tubuh korban banyak terdapat cedera patah tulang.

Plh. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan menerangkan tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi korban ABK yang meninggal. Pertama atas nama Sukirman, kemudian korban kedua yang ditemukan setelah hari ketiga pencarian atas nama Dani Maulana.

“Pada hari kelima satu lagi korban ABK yang meninggal, setelah di lakukan identifikasi oleh tim DIV Polda NTB atas nama Diki Abdul Aziz,” ujar Iwan, Kamis (30/3). Jenazah korban ketiga ditemukan sekitar pukul 07.40 WITA di posisi sekitar 3 NM dari Pantai Ampenan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dilakukan proses identifikasi. Saat ini pencarian masih dilakukan untuk sisa potongan tubuh korban pertama atas nama Sukriman.

- Advertisement -

“Kelanjutan daripada pencaharian sebagian tubuh korban, pencarian tidak sampai di sini, pencairan dilakukan melalui tugas rutin. Tapi secara resmi seluruh dari korban yang meninggal, dan diidentifikasi sudah kita ketemu secara resmi dihentikan dulu,” jelasnya.

Kasubdit DOKPOL Biddokkes Polda NTB, dr Dadik Sudiantono menerangkan setelah dilakukan identifikasi luar terhadap jenazah yang ditemukan oleh tim gabungan, dilihat dari pakaian dan ciri-ciri fisik dari tubuh korban, diperkuat dengan keterangan paman dan bibi korban jenazah memang benar adalah Diki Abdul Aziz.

“Setelah kita konfirmasi paman dan ibu korban, mereka mengatakan almarhum waktu masih hidup pernah ada cedera patah tulang di tulang rusuknya. Kita cocokan memang ada dan sidik jari, hasilnya sudah cocok, jadi bisa dipastikan ini korban ketiga atas nama Diki,” jelasnya.

Korban sendiri berasal dari Tulungagung, Jawa Timur. Saat diidentifikasi pada jenazah korban terdapat luka bakar, lebam sekujur tubuh karena sudah lama terendam air laut.

“Beberapa yang kita dapatkan, banyak patah tulang. Pertama kita dapatkan patah tulang rusuk, mungkin ini sebelum meninggal. Lengan kanan patah, lengan atas, bahwa patah. Paha patah, betis juga patah, kemudian tangan kiri juga ada. Dan itu yang kita dapat setelah meninggalnya,” bebernya.

Sementara, banyaknya cedera patah tulang pada jenazah korban sulit diidentifikasi penyebabnya, apakah disebabkan ledakan, kebakaran atau terlempar ke laut. “Sudah luka sekian hari di dalam laut, jadi ini menyulitkan. Sudah tidak bisa mengidentifikasi,” katanya.

Terpisah, paman korban, Muhamad Saleh mengatakan melihat dari fisiknya jenazah yang ditemukan adalah jenazah ponakannya yang merupakan ABK kapal MT Kristin Surabaya. Keluarga mengetahui salah satu anggota keluarganya menjadi korban dari berita.

“Dia belum berkeluarga, umurnya 24 tahun. Sudah dua tahunan mungkin kerjanya di kapal itu. Mas Diki dari Tulungagung, dan akan dimakamkan di Tulungagung,” ujarnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer