Lombok Tengah Dinilai Layak Jadi Pusat Kegiatan Paralayang Dunia

416
Paralayang di pantai Lancing desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. (Sumber : BNN NTB)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kabupaten Lombok Tengah terus menjadi perhatian dunia internasional dengan pesona Mandalikanya yang menakjubkan dengan hamparan pantai pasir putih. Selain itu, barisan perbukitan di sekitar Mandalika juga membuat TNI AU tertarik membuat kegiatan berskala internasional.

Direncanakan, TNI AU akan menggelar kegiatan paralayang dunia yang bertajuk Pelangi Nusantara 2022. Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Lancing Desa Mekarsari kecamatan Praya Barat itu akan diikuti oleh atlet paralayang dunia dan atlet paralayang nasional. Selain itu atlet lokal pun akan ikut ambil bagian dalam kegiatan yang akan berlangsung pada 25-28 Agustus 2022 itu.

“Kegiatan ini dilaksanakan berskala nasional dan internasional,” ujar Paban II Puanpotdirga Spotdirga Mabes AU, Kolonel Pnb R Agung Sasongkojati, Kamis (23/6/2022) di Kantor Bupati Lombok Tengah.

Dipilihnya Lombok Tengah sebagai pusat kegiatan paralayang lantaran Lombok Tengah telah menjadi magnet dunia untuk event event internasional dan nasional. Khususnya dengan keberadaan Mandalika.

Karena itu TNI AU menilai Kabupaten Lombok Tengah layak sebagai pusat paralayang dunia dengan keindahan pantai dan bukit yang indah. “Saya sedikit tahu tentang Lombok umumnya dan Kabupaten Lombok Tengah khususnya. Daerah ini memiliki peluang besar untuk kegiatan ini di masa yang akan datang. Tinggal dikelola dengan baik dengan visi misi yang baik maka pasti akan maju,” jelasnya.

Agung mengatakan pada kegiatan paralayang TNI AU tahun lalu dilakukan Batam dan sebelumnya di Kabupaten Ende Provinsi NTT. Paralayang adalah olahraga raga wisata adventure karena itu olahraga ini punya nilai tambah karena selain sebagai wahana olahraga tetapi juga sebagai wahana wisata.

“Di Turki balon terbang jadi destinasi wisata mahal, jadi kenapa tidak di Indonesia Paralayang jadi wahana wisata andalan,” tuturnya.

Di Kabupaten Lombok Tengah sendiri memiliki banyak spot paralayang. Di antaranya di Torok Aik Blek, Areguling dan Lancing. Namun dari sekian spot yang ada, Pantai Lancing adalah spot terbaik yang ada di Indonesia.

“Tempat loncat terbaik kalah Bali. Pantai masa depan untuk paralayang dan ke depannya akan kita jadikan spot pusat paralayang dunia secara permanen,” katanya. Tujuan kegiatan ini kata Agung untuk menggiatkan kegiatan Dirgantara termasuk mempromosikan wisata agar masyarakat tertarik dunia dirgantara.

Sementara itu Bupati Lombok Tengah, H. L. Pathul Bahri mengatakan Pemda Loteng sangat mendukung kegiatan tersebut. Karenanya, dia meminta OPD terkait untuk melakukan persiapan yang matang.

“Koordinasikan dengan Danlanud. Pengurus Paralayang juga sudah mulai berpikir apa apa yang harus disiapkan. Kita bagi tugas mana Lanud dan mana tugas Pemda,” pintanya. Menurut Pathul, Pantai Lancing penuh pesona. Kalau destinasi itu dipromosikan lewat kegiatan paralayang ini, maka objek yang lain juga akan ikut dipromosikan.

Dia juga tidak ingin kekurangan yang terjadi pada kegiatan paralayang di Lombok Tengah sebelumnya terulang kembali seperti terbatasnya armada untuk para atlet. “Ini harus sukses, ini kegiatan kita bersama, suksesnya TNI AU suksesnya kita, makanya segala kekurangan pada tahun sebelumnya untuk diselesaikan,” pintanya. (fhr)