Musim Hujan Tiba, Nelayan di Lotim Dilema

36
Nelayan saat mencari ikan, Selasa (30/11/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Cuaca ekstrem dengan hujan intensitas tinggi yang sering terjadi beberapa waktu belakangan membuat nelayan di Lotim mulai jarang melaut. Pasalnya, ombak yang cukup tinggi dan air hujan yang dapat memenuhi perahu mereka diakui sangat membahayakan.

Salah seorang nelayan di Labuhan Haji, Abdul Manan mengatakan nelayan lokal saat ini mulai dilema untuk melaut mencari ikan. Terlebih setelah memasuki musim penghujan yang sesekali disertai angin muson barat. Sehingga para nelayan hanya bisa melaut ketika cuaca normal.

“Inilah kendala kita kalau musim penghujan, kita jarang sekali dapat melaut. Terlebih saya seorang nelayan spesialis ikan karang yang harus mencari ikan ke tengah laut,” ucapnya saat ditemui Inside Lombok di Pantai Labuhan Haji, Selasa (30/11).

Akibat jarang melaut pada musim penghujan ini, tentu membuat kemampuannya untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah menjadi menurun. Mengingat dalam seminggu nelayan hanya bisa melaut satu sampai dua kali, dan itu pun jika cuaca membaik.

“Jarang sekali kita dapat cuaca bagus, hujan ini kadang bisa sampai malam. Sedangkan kita biasa keluar melaut dari jam dua siang sampai malam hari,” tuturnya.

Tak hanya itu, cuaca buruk juga dapat membuat gelombang air laut menjadi tinggi dan ikan pun juga jarang muncul ke permukaan. Hal ini tentu membuat jumlah ikan yang didapat ketika melaut saat musim penghujan ini terbilang sedikit.

“Dulu dalam satu hari kita bisa dapat 70 kilogram ikan. Sekarang ya kadang-kadang kita dapat setengah dari itu,” katanya.

Para nelayan pun saat ini mulai dilema untuk mengumpulkan rupiah dari mana. Sehingga para nelayan mulai mengambil ancang-ancang banting setir ke pekerjaan yang lain ketika cuaca sedang buruk seperti saat ini. (den)