Pelaku Usaha Kuliner Akan Lebih Banyak Dilibatkan Saat MotoGP

34

Mataram (Inside Lombok) – Event MotoGP yang akan digelar di Sirkuit Mandalika Maret Mendatang akan dimanfaatkan untuk menjajakan produk lokal dari pelaku usaha yang ada. Dinas Koperasi Perindustrian dan UMKM Kota Mataram memproyeksikan produk yang paling banyak diakomodir adalah dari usaha kuliner.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan UMKM Kota Mataram, Dedy Supriadi didampingi Kepala Bidang UMKM, Mamluatul Chair mengatakan untuk mempersiapkan UMKM pada event MotoGP nanti, Pemprov NTB bersama pemda kabupaten/kota sudah melakukan pembahasan. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan UMKM yang bisa ikut terlibat.

“Kemarin kan kami sudah meeting dengan provinsi terkait dengan UMKM. Saat ini kita justru mendata dulu. Ini kan difokuskan untuk UMKM 80 kulineran ini,” katanya, Kamis (20/1) di Mataram.

Disebutkannya, UMKM yang terlibat pada event dunia tersebut yaitu terdiri dari 80 persen pelaku usaha kuliner dan 20 persen kerajinan. Kuota yang diberikan kepada pelaku usaha kuliner paling banyak karena paling dibutuhkan oleh para penonton.

“Kalau persiapan ini, sebelum kita ajukan (produk UMKM) ke Provinsi kita kurasi dulu di Dinas dan kerjasama dengan Dinas Kesehatan apakah layak atau tidak,” ujarnya.

Kerjasama yang dilakukan dua OPD tersebut untuk memastikan agar produk yang dipamerkan memenuhi syarat. Karena jatah UMKM yang diharapkan bisa diakomodir pada event tersebut lebih banyak jika dibandingkan saat event world superbike (WSBK) tahun lalu.

“Ini yang sedang kami data berapa kuotanya, dan insyaallah lebih banyak dari WSBK kemarin. WSBK kemarin ada 20 UMKM dan 10 tenda. Insyaallah mungkin kalau bisa tiga kali lipat (saat MotoGP nanti),” harapnya.

Selain itu pihaknya juga memastikan UMKM yang terlibat pada event tersebut merupakan warga Kota Mataram. Hal ini akan dibuktikan dengan menunjukkan KTP. Karena dikhawatirkan usaha yang dijalankan bukan warga Kota Mataram.

“KTP mataram harus itu. Karena banyaknya usaha di Kota Mataram yang tidak KTP Mataram. Karena kan setiap kabupaten/kota sudah ada jatah dari pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, UMKM yang sudah terlibat pada event WSBK tahun lalu tidak akan libatkan kembali. Sehingga saat ini pendataan sedang dilakukan untuk UMKM yang belum mendapat kesempatan. “Ini sedangkan kami data, karena WSBK kemarin yang ikut kami tidak ikutkan kembali,” pungkasnya. (azm)