Pemkot Mataram Tuntaskan Kegiatan “Rapid Test” Klaster Gowa

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melalui Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram telah menuntaskan kegiatan rapid test dan swab Corona Virus Disease 2019 (COViD-19), terhadap 98 orang yang masuk klaster Gowa.

“Dari target seminggu, tim gugus sudah bisa menyelesaikan kegiatan rapid test dan ada juga yang dilakukan swab terhadap 98 orang yang masuk klaster Gowa dalam waktu 4 hari,” kata Anggota Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Senin.

Ia mengatakan berdasarkan data dari RSUD Kota Mataram menyebutkan, hasil swab yang dilakukan terhadap warga yang masuk klaster Gowa sebanyak 35 orang negatif, sementara untuk kegiatan rapid test sebagian besar hasilnya non-reaktif.

“Kalaupun ada yang reaktif, kita tidak bisa langsung mengatakan langsung bahwa warga bersangkutan positif terjangkit COVID-19, karena untuk menentukan positif atau negatif terjangkit COVID-19 harus melalui swab,” katanya.

Menurut dia, warga yang terindentifikasi hasil rapid test-nya reaktif, diminta wajib untuk melakukan isolasi terpusat di Wisma Nusantara, tapi jika non-reaktif disarankan untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Harapannya, dengan semakin banyaknya temuan kasus COVID-19 di Kota Mataram, bisa mempercepat proses penanganan wabah COVID-19,” katanya.

Berdasarkan data terakhir Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram pada tanggal 19 April 2020, pukul 12.00 Wita, tercatat 29 orang positif COVID-19, sebanyak dua orang diantaranya meninggal dunia dan empat orang dinyatakan sembuh.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan tercatat 57 orang, dan 33 orang sudah selesai dalam pengawasan. Untuk orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 25 orang, dan 411 selesai dalam pemantauan.

“Sedangkan orang tanpa gejala (OTG) tercatat 289 orang,” kata Swandiasa.  (Ant)